Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tiongkok Tawarkan Gaji Besar untuk Tarik Ilmuwan Tionghoa di AS Kembali

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
SCMP SCMP
15 Mei 2025
92 dibaca
1 menit
Tiongkok Tawarkan Gaji Besar untuk Tarik Ilmuwan Tionghoa di AS Kembali

Rangkuman 15 Detik

China sedang berusaha menarik kembali ilmuwan yang terpengaruh oleh kebijakan di AS.
Gaji yang ditawarkan untuk posisi penelitian di China sangat kompetitif dibandingkan dengan AS.
Kebebasan akademik di AS mengalami penurunan, yang mempengaruhi keputusan ilmuwan untuk kembali ke China.
Sejak pemerintahan Trump memotong dana penelitian dan membatasi kebebasan akademik, banyak ilmuwan kelahiran China yang bekerja di Amerika Serikat merasa tertekan dan mempertimbangkan untuk kembali ke China. Untuk menarik para ilmuwan ini, institusi di China meluncurkan program rekrutmen dengan tawaran gaji tinggi dan posisi postdoctoral yang sangat menarik, mencapai sekitar Rp 1.67 juta (US$100.000) per tahun selama tiga tahun. Jumlah gaji tersebut setara dengan posisi asisten profesor dan dua kali lipat dari gaji postdoctoral biasa, baik di China maupun AS, sehingga cukup menggoda bagi ilmuwan yang sedang mencari stabilitas finansial dan kebebasan akademik. Meskipun banyak ilmuwan saat ini sedang mempertimbangkan untuk kembali ke China, mereka cenderung merahasiakan keputusan mereka sampai sudah benar-benar final agar tidak menimbulkan kontroversi atau tekanan. Situasi ini menunjukkan perubahan besar dalam persaingan global dalam hal retensi dan perekrutan ilmuwan berbakat, terutama dalam konteks ketegangan politik dan perubahan kebijakan di Amerika Serikat.

Analisis Ahli

Dr. Li Mei (Profesor Geologi, Universitas Beijing)
Program rekrutmen ini sangat inovatif dan bisa memicu gelombang balik talenta ilmiah yang sudah lama berkontribusi di luar negeri, yang dapat mempercepat kemajuan sains di Tiongkok secara signifikan.