Kebijakan Trump Mengancam Karier Ilmuwan Muda Internasional di Amerika Serikat
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
25 Jul 2025
58 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengurangan dana penelitian di AS di bawah administrasi Trump mempengaruhi karir ilmiah peneliti internasional.
Banyak peneliti muda mempertimbangkan untuk pindah ke negara lain seperti Kanada dan Australia untuk peluang yang lebih baik.
Perubahan kebijakan NIH dan NSF dapat berdampak negatif pada keberlangsungan posisi pekerjaan di bidang penelitian.
Banyak ilmuwan muda internasional di Amerika Serikat sedang menghadapi tantangan besar akibat perubahan kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Mereka menghadapi pengurangan dana penelitian dan ketidakpastian mengenai status visa, yang dapat mengancam kelangsungan pekerjaan mereka.
Seorang biolog stem sel yang telah menghabiskan 14 tahun di AS kini mempertimbangkan untuk pindah ke Eropa karena peluang dan dana untuk memulai laboratoriumnya semakin berkurang. Banyak ilmuwan muda yang ingin tetap di AS merasa semakin sulit untuk bertahan dengan kondisi saat ini.
Survei yang dilakukan oleh National Postdoctoral Association dan Nature menunjukkan banyak ilmuwan muda yang merasa terancam oleh kebijakan ini dan mempertimbangkan untuk meninggalkan Amerika Serikat demi mendapatkan peluang yang lebih baik di negara lain, seperti Kanada dan Australia.
Salah satu perubahan kebijakan penting yang dikenal adalah upaya pemotongan dana untuk biaya overhead penelitian oleh National Institutes of Health dan National Science Foundation, yang digunakan oleh universitas untuk berbagai biaya operasional dan gaji staf ilmiah. Pemotongan ini berpotensi mengurangi jumlah pekerjaan untuk ilmuwan muda.
Meski upaya penurunan dana overhead ini sudah diblokir oleh pengadilan, ketidakpastian dan tekanan finansial terus membuat masa depan ilmuwan internasional muda di Amerika Serikat menjadi sangat tidak pasti, sehingga mereka mulai mencari peluang di negara lain.
Analisis Ahli
Caroline Wagner
Pemotongan dana overhead akan menyebabkan pengurangan posisi postdok dan staf ilmiah, mengancam keberlangsungan proyek riset dan karier peneliti muda.

