Harga Minyak Naik Setelah Kesepakatan Tarif AS-China, Prospek Pasar Membaik
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Mei 2025
183 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kesepakatan antara AS dan China dapat memberikan dorongan positif bagi harga minyak.
OPEC terus memainkan peran penting dalam pengaturan produksi minyak global.
Perkembangan geopolitik seperti sanksi terhadap Iran dan konflik Rusia-Ukraina dapat mempengaruhi pasar minyak secara signifikan.
Harga minyak dunia naik sekitar 2% setelah Amerika Serikat dan China sepakat untuk sementara mengurangi tarif perdagangan. Kesepakatan ini meningkatkan harapan bahwa perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia akan segera berakhir.
Brent crude dan West Texas Intermediate naik ke level tertinggi dalam dua minggu seiring kenaikan harga minyak dan pasar saham. Permintaan minyak diperkirakan akan tetap kuat jika ketegangan perdagangan mereda.
Sementara itu, OPEC meningkatkan produksi minyak, dan beberapa negara produsen seperti Irak memperkirakan penurunan ekspor minyak. Perbaikan teknis di Norwegia juga mempengaruhi produksi minyak sementara.
Di Amerika Serikat, bagian dari anggaran yang diajukan oleh Kongres digunakan untuk mengisi ulang Cadangan Minyak Strategis, menandakan langkah stabilisasi pasokan minyak domestik.
Faktor tambahan yang dapat mempengaruhi harga minyak adalah pembicaraan nuklir dengan Iran dan potensi perundingan antara Rusia dan Ukraina, yang bisa berdampak pada sanksi dan ekspor minyak global.
Analisis Ahli
Bank ING Analysts
Pengurangan ketegangan perdagangan ini merupakan peningkatan prospek yang signifikan, meski proses negosiasi masih akan penuh tantangan.