Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Naik karena AS dan China Sepakati Pengurangan Tarif Sementara

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (10mo ago) macro-economics (10mo ago)
12 Mei 2025
23 dibaca
2 menit
Harga Minyak Naik karena AS dan China Sepakati Pengurangan Tarif Sementara

Rangkuman 15 Detik

Kesepakatan antara AS dan Cina meningkatkan harapan pemulihan pasar minyak.
OPEC berperan penting dalam menentukan produksi dan harga minyak global.
Kondisi geopolitik dapat mempengaruhi harga minyak secara signifikan.
Harga minyak dunia naik sekitar dua persen setelah Amerika Serikat dan China sepakat untuk mengurangi tarif sementara. Kesepakatan ini memberi harapan bahwa perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia akan segera berakhir, yang sangat memengaruhi harga minyak karena kedua negara merupakan konsumen minyak terbesar. Brent crude dan WTI mengalami kenaikan, dengan Brent mencapai lebih dari Rp 1.09 juta ($65) per barel dan WTI lebih dari Rp 1.04 juta ($62) per barel. Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok ke titik terendah dalam empat tahun pada bulan April akibat kekhawatiran perang dagang dan keputusan OPEC untuk menaikkan produksi minyak lebih dari perkiraan. Perusahaan minyak besar seperti Saudi Aramco tetap optimis bahwa permintaan minyak akan tetap stabil jika perang dagang berhasil diselesaikan. Namun, ekspor minyak dari Irak dan beberapa wilayah lain diprediksi turun, yang turut memberikan pengaruh terhadap harga minyak. Faktor lain yang mendukung harga minyak naik termasuk penghentian sementara produksi oleh perusahaan Norwegia dan langkah pemerintah AS untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis mereka. Namun, potensi berita baik dari negosiasi nuklir Iran dan pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina juga bisa menurunkan harga minyak jika berhasil meningkatkan pasokan. Selain itu, kemajuan dalam meredakan ketegangan antara India dan Pakistan juga menjadi berita positif yang bisa berkontribusi dalam stabilitas pasar minyak, karena India adalah salah satu konsumen minyak terbesar dunia.

Analisis Ahli

Analis Bank ING
Penurunan ketegangan lebih besar dari yang diperkirakan, meskipun proses negosiasi tetap menantang dan outlook pasar menjadi lebih baik.