Satelit Baru Ungkap Sebab Getaran Aneh di Greenland: Tsunami dan Longsor Raksasa
Sains
Iklim dan Lingkungan
03 Jun 2025
235 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perubahan iklim memicu fenomena ekstrem baru yang berdampak pada daerah terpencil.
Data satelit generasi berikutnya, seperti SWOT, sangat penting untuk mempelajari proses lautan yang sulit dijangkau.
Gelombang berdiri yang dihasilkan oleh tsunami dapat menyebabkan getaran seismik yang terdeteksi jauh dari lokasi kejadian.
Pada September 2023, para peneliti mendeteksi gelombang seismik yang unik berupa getaran berulang tiap 90 detik selama sembilan hari di sebuah kawasan terpencil. Keanehan ini kemudian terulang kembali setelah sebulan, memunculkan berbagai spekulasi tentang penyebabnya. Melalui penelitian intensif hampir selama satu tahun, ditemukan bahwa fenomena ini berhubungan dengan kejadian alam ekstrem.
Dua studi ilmiah terbaru dari para peneliti, termasuk tim dari Universitas Oxford, berhasil mengidentifikasi penyebabnya: dua longsor besar yang terjadi di fjord terpencil di Greenland Timur akibat pencairan gletser. Longsor ini menghasilkan mega-tsunami yang gelombangnya terperangkap dan bergemuruh di dalam fjord, menciptakan gelombang berdiri yang berosilasi selama beberapa hari.
Untuk mempelajari fenomena ini, para ilmuwan menggunakan data dari satelit Surface Water Ocean Topography (SWOT) yang diluncurkan pada akhir 2022. SWOT dilengkapi dengan teknologi radar canggih yang mampu memetakan tinggi permukaan air dengan sangat akurat, menghasilkan peta elevasi yang membantu mengamati dan merekonstruksi pola gelombang tsunami dan seiches di dalam fjord.
Data satelit menunjukkan adanya kemiringan air yang berubah arah berulang kali, tanda khas dari gelombang berdiri yang persisten. Selain itu, data gelombang disesuaikan dengan data seismik yang menunjukkan getaran kecil di kerak bumi sesuai dengan gelombang di fjord, memastikan bahwa gelombang ini memang menyebabkan getaran yang terdeteksi secara luas.
Penelitian ini membuktikan pentingnya teknologi satelit generasi baru untuk mengungkap kejadian alam ekstrem di wilayah terpencil dan sulit diakses seperti Arktik. Selain itu, hasil ini memperingatkan bagaimana perubahan iklim dapat memicu bahaya baru melalui longsor dan tsunami di daerah-daerah gletser yang mencair.


