Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Dunia Naik Meski OPEC+ Tingkatkan Produksi, Apa Penyebabnya?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
06 Mei 2025
130 dibaca
2 menit
Harga Minyak Dunia Naik Meski OPEC+ Tingkatkan Produksi, Apa Penyebabnya?

AI summary

Harga minyak mengalami rebound setelah penurunan tajam sebelumnya.
Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi dapat menyebabkan surplus di pasar minyak.
Kembalinya pembeli dari Cina memberikan harapan untuk mendukung harga minyak di level rendah.
Harga minyak dunia mengalami kenaikan lebih dari satu dolar per barel pada hari Selasa setelah sebelumnya mengalami penurunan selama enam hari berturut-turut. Hal ini terjadi setelah OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi minyak lebih cepat dari jadwal sebelumnya, yang menyebabkan pasar takut akan kelebihan pasokan.Brent dan minyak West Texas Intermediate masing-masing naik sekitar 2,2 persen, dengan Brent mencapai harga $61,54 per barel. Harga minyak ini sebelumnya sempat turun ke level terendah sejak Februari 2021. Banyak analis menyebut level harga minyak $60 sebagai batas psikologis yang membuat para pembeli mulai masuk pasar.Kembalinya para pembeli dari China setelah libur nasional juga memperkuat permintaan minyak, karena China merupakan importir minyak terbesar di dunia. Penurunan harga minyak ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh keadaan pasar yang fundamental, melainkan ada faktor teknikal dan pembelian murah yang mendorong harga naik kembali.Beberapa analis memperkirakan bahwa produksi minyak OPEC+ yang meningkat dan ketegangan perdagangan global masih akan menjadi tekanan utama pada harga minyak di masa mendatang. Bank besar seperti Barclays dan Goldman Sachs bahkan menurunkan perkiraan harga minyak untuk tahun 2025 dan 2026 karena kondisi pasar yang penuh tantangan.Meskipun kenaikan harga minyak hari ini cukup mengejutkan, harga minyak masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk pertumbuhan ekonomi AS, kebijakan Federal Reserve, dan perang dagang global. Pasar minyak dunia tetap rentan terhadap perubahan kebijakan dan kondisi ekonomi global.

Experts Analysis

Bjarne Schieldrop
Harga minyak di bawah $60 per barel menarik pembeli karena dianggap sebagai titik psikologis yang bagus untuk membeli.
Priyanka Sachdeva
Kembalinya pembeli dari China sangat penting karena mereka adalah pembeli minyak terbesar di dunia yang memanfaatkan harga rendah.
Giovanni Staunovo
Pemotongan harga oleh Saudi Arabia menunjukkan pelepasan sebagian kebijakan pemangkasan produksi OPEC+ dan mengubah ekspektasi pasar.
Yeap Jun Rong
Tekanan fundamental dari perubahan strategi produksi OPEC+, ketidakpastian permintaan, dan risiko tarif masih membebani harga minyak.
Editorial Note
Pergerakan harga minyak yang mengalami rebound sementara ini lebih disebabkan oleh faktor teknis dan sentimen pasar daripada perubahan fundamental permintaan dan penawaran. Jika OPEC+ terus mempercepat produksi sementara permintaan global melambat, tekanan turun harga minyak akan semakin kuat dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.