AI summary
Harga minyak mencapai level terendah sejak Februari 2021 akibat keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi. Arab Saudi berusaha untuk menghukum anggota OPEC+ yang tidak mematuhi kuota produksi. Kekhawatiran tentang permintaan dan resesi global semakin menekan harga minyak. Harga minyak turun lebih dari $1 per barel pada hari Senin, mencapai level terendah dalam beberapa tahun. Penurunan ini terjadi setelah OPEC+ memutuskan untuk mempercepat kenaikan produksi minyak, yang memicu kekhawatiran tentang peningkatan pasokan global di tengah prospek permintaan yang tidak pasti.OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi minyak pada bulan Juni sebesar 411.000 barel per hari, yang akan membawa total kenaikan gabungan untuk April, Mei, dan Juni menjadi 960.000 barel per hari. Keputusan ini sebagian besar didorong oleh Arab Saudi, yang ingin menghukum anggota seperti Irak dan Kazakhstan karena ketidakpatuhan terhadap kuota produksi mereka.Para analis dari berbagai lembaga, termasuk Saxo Bank, ING, dan Barclays, telah menurunkan perkiraan harga minyak mereka menyusul keputusan OPEC+. Selain itu, ketakutan resesi yang meluas dan permintaan impor bahan bakar olahan yang lemah juga membebani harga minyak, dengan peningkatan persediaan minyak global yang signifikan sejak pertengahan Februari.
Keputusan OPEC+ mempercepat produksi saat permintaan minyak tidak pasti merupakan langkah berisiko yang bisa melemahkan posisi harga minyak jangka panjang. Tekanan dari produksi serpih AS dan ketidakpatuhan anggota internal memperlihatkan ketegangan yang dapat mengganggu stabilitas pasar energi global di masa depan.