Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun karena OPEC+ Percepat Produksi di Tengah Ketidakpastian Permintaan

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
05 Mei 2025
95 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun karena OPEC+ Percepat Produksi di Tengah Ketidakpastian Permintaan

AI summary

Harga minyak mencapai level terendah sejak Februari 2021 akibat keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi.
Arab Saudi berusaha untuk menekan anggota OPEC+ yang tidak mematuhi kuota produksi.
Proyeksi harga minyak global diperkirakan akan menurun seiring dengan peningkatan stok minyak dan kekhawatiran resesi.
Harga minyak turun lebih dari $1 per barel pada hari Senin, mencapai level terendah dalam beberapa tahun. Penurunan ini terjadi setelah OPEC+ memutuskan untuk mempercepat kenaikan produksi minyak, yang memicu kekhawatiran tentang peningkatan pasokan global di tengah prospek permintaan yang tidak pasti.OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari pada bulan Juni, yang merupakan kenaikan kedua berturut-turut. Keputusan ini didorong oleh Arab Saudi yang ingin menghukum anggota seperti Irak dan Kazakhstan karena ketidakpatuhan terhadap kuota produksi mereka.Beberapa analis, termasuk dari Saxo Bank, ING, dan Barclays, telah menurunkan perkiraan harga minyak mereka setelah keputusan OPEC+. Selain itu, ketakutan akan resesi dan permintaan impor bahan bakar yang lemah juga turut membebani harga minyak.

Experts Analysis

Ole Hansen
Kebijakan Saudi Arabia memicu kekhawatiran atas peningkatan pasokan global yang berlebihan dan melemahkan optimisme dari potensi perundingan tarif AS-China.
Peter McNally
Pasar saham mungkin sudah mencapai puncak jika produksinya terus meningkat dan harga minyak turun, yang bisa mengurangi keuntungan produsen non-OPEC+.
Jim Ritterbusch
Volume stok minyak global yang meningkat dan prospek permintaan yang melemah akibat tarif perdagangan AS-China akan menimbulkan tekanan bearish pada harga minyak.
David Wech
Data menunjukkan peningkatan besar stok minyak global sejak Februari, yang menandakan permintaan bahan bakar yang lemah akibat risiko resesi dunia.
Editorial Note
Langkah OPEC+ mempercepat peningkatan produksi memang strategis untuk mengimbangi minyak serpih AS dan menegakkan disiplin anggota, tapi risiko oversupply sangat nyata sehingga harga minyak mungkin akan sulit pulih dalam waktu dekat. Ini akan menjadi tantangan serius bagi negara-negara produsen yang sangat bergantung pada pendapatan dari harga minyak tinggi, memaksa mereka mencari diversifikasi ekonomi lebih cepat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.