AI summary
Harga minyak mengalami penurunan menjelang pertemuan OPEC+. OPEC+ sedang mempertimbangkan kebijakan produksi yang dapat mempengaruhi pasar minyak. Perang dagang antara AS dan Cina berdampak pada ekspektasi permintaan minyak global. Harga minyak turun 1% pada hari Jumat dan diperkirakan akan mengalami kerugian mingguan terbesar sejak akhir Maret. Penurunan ini terjadi karena pedagang menjadi berhati-hati menjelang pertemuan OPEC+ yang akan memutuskan kebijakan output kelompok tersebut untuk bulan Juni. Futures minyak mentah West Texas Intermediate AS turun $1,11 atau 1,9% menjadi $58,13 per barel, sementara futures minyak mentah Brent turun 94 sen atau 1,5% menjadi $61,19 per barel.Pertemuan OPEC+ dipindahkan ke hari Sabtu dari rencana awal hari Senin, meskipun alasan pemindahan ini tidak segera jelas. Anggota kelompok ini sedang mempertimbangkan apakah akan meningkatkan output minyak pada bulan Juni atau tetap dengan kenaikan yang lebih kecil. Ada kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh perang dagang antara AS dan China, yang telah mendorong para ahli pasar untuk menurunkan ekspektasi pertumbuhan permintaan tahun ini.Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC+, telah memberi tahu sekutu dan pakar industri bahwa mereka tidak bersedia mendukung pasar minyak dengan pemotongan pasokan lebih lanjut. Ancaman oleh Trump untuk memberlakukan sanksi sekunder pada pembeli minyak Iran juga membantu mengurangi tekanan pada harga minyak, karena dapat memperketat pasokan global. Pasar ekuitas yang naik setelah data pekerjaan AS menunjukkan peningkatan payroll lebih dari yang diharapkan bulan lalu juga membantu menahan penurunan harga minyak.
Penurunan harga minyak saat ini bukan sekadar reaksi pasar sementara, melainkan indikasi bahwa kekuatan permintaan global sedang melemah akibat perang dagang dan perlambatan ekonomi. Keputusan OPEC+ akan menjadi faktor penentu utama apakah harga minyak bisa stabil atau terus turun, namun tekanan geopolitik akan tetap menjadi risiko pasar yang signifikan.