Harga Minyak Turun Tajam Menjelang Keputusan Produksi OPEC+ di Tengah Perang Dagang
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
02 Mei 2025
203 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga minyak mengalami penurunan menjelang pertemuan OPEC+.
OPEC+ sedang mempertimbangkan kebijakan produksi yang dapat mempengaruhi pasar minyak.
Perang dagang antara AS dan Cina berdampak pada ekspektasi permintaan minyak global.
Harga minyak turun 1% pada hari Jumat dan diperkirakan akan mengalami kerugian mingguan terbesar sejak akhir Maret. Penurunan ini terjadi karena pedagang menjadi berhati-hati menjelang pertemuan OPEC+ yang akan memutuskan kebijakan output kelompok tersebut untuk bulan Juni. Futures minyak mentah West Texas Intermediate AS turun Rp 1.85 juta ($1,11) atau 1,9% menjadi Rp 97.08 juta ($58,13) per barel, sementara futures minyak mentah Brent turun 94 sen atau 1,5% menjadi Rp 102.19 juta ($61,19) per barel.
Pertemuan OPEC+ dipindahkan ke hari Sabtu dari rencana awal hari Senin, meskipun alasan pemindahan ini tidak segera jelas. Anggota kelompok ini sedang mempertimbangkan apakah akan meningkatkan output minyak pada bulan Juni atau tetap dengan kenaikan yang lebih kecil. Ada kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh perang dagang antara AS dan China, yang telah mendorong para ahli pasar untuk menurunkan ekspektasi pertumbuhan permintaan tahun ini.
Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC+, telah memberi tahu sekutu dan pakar industri bahwa mereka tidak bersedia mendukung pasar minyak dengan pemotongan pasokan lebih lanjut. Ancaman oleh Trump untuk memberlakukan sanksi sekunder pada pembeli minyak Iran juga membantu mengurangi tekanan pada harga minyak, karena dapat memperketat pasokan global. Pasar ekuitas yang naik setelah data pekerjaan AS menunjukkan peningkatan payroll lebih dari yang diharapkan bulan lalu juga membantu menahan penurunan harga minyak.
Analisis Ahli
Scott Shelton
Pasar saat ini sepenuhnya terfokus pada kebijakan OPEC, dengan konflik dagang AS-China menjadi isu sekunder.Harry Tchilinguirian
Hubungan AS-China masih sangat tidak pasti dengan kemajuan yang lambat dan mundur-mundur terkait tarif.Giovanni Staunovo
Kenaikan pasar saham dan ancaman sanksi AS terhadap Iran memberikan pengaruh yang menahan penurunan harga minyak lebih dalam.