Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Remaja dengan Gangguan Mental Lebih Lama dan Rentan Mengalami Dampak Negatif Media Sosial

Sains
Neurosains and Psikologi
NatureMagazine NatureMagazine
05 Mei 2025
121 dibaca
1 menit
Remaja dengan Gangguan Mental Lebih Lama dan Rentan Mengalami Dampak Negatif Media Sosial

Rangkuman 15 Detik

Remaja dengan kondisi kesehatan mental menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan lebih rentan terhadap pengalaman negatif.
Kondisi internalizing seperti kecemasan dan depresi memiliki dampak yang lebih besar pada pengalaman media sosial dibandingkan dengan kondisi externalizing.
Pengawasan terhadap penggunaan media sosial oleh remaja yang rentan sangat penting untuk mencegah dampak negatif pada kesehatan mental mereka.
Sebuah survei yang melibatkan lebih dari 3.000 remaja di Inggris mengungkapkan bahwa remaja dengan kondisi kesehatan mental menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dibandingkan teman-teman mereka. Mereka juga lebih mungkin merasa tidak puas dengan aspek-aspek pengalaman online mereka, seperti jumlah teman online. Studi yang diterbitkan di Nature Human Behaviour ini menemukan bahwa remaja dengan kondisi internalisasi seperti depresi dan kecemasan lebih rentan terhadap pengalaman negatif online dibandingkan mereka dengan kondisi eksternalisasi seperti ADHD. Remaja dengan kondisi internalisasi lebih sering membandingkan diri mereka dengan orang lain dan lebih terpengaruh oleh komentar atau reaksi terhadap postingan mereka. Para ahli menyarankan bahwa keluarga perlu memantau penggunaan media sosial remaja yang rentan terhadap kecemasan atau depresi. Studi ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana kondisi kesehatan mental mempengaruhi penggunaan media sosial dan kerentanannya terhadap pengalaman negatif.

Analisis Ahli

Luisa Fassi
Penelitian ini membuka wawasan baru dengan data besar yang memperlihatkan pentingnya membedakan jenis gangguan mental ketika menilai dampak media sosial.
Anne Marie Albano
Media sosial harus diawasi secara ketat jika digunakan oleh remaja rentan agar tidak memperburuk kondisi psikologis mereka.