Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jerman Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi AI China DeepSeek Karena Risiko Data

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (8mo ago) cyber-security (8mo ago)
30 Jun 2025
214 dibaca
1 menit
Jerman Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi AI China DeepSeek Karena Risiko Data

Rangkuman 15 Detik

DeepSeek menghadapi tantangan serius terkait perlindungan data pribadi pengguna di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.
Permintaan pemerintah Jerman menunjukkan kekhawatiran yang mendalam terhadap keamanan data pengguna yang ditransfer ke China.
Tindakan Italia dan Belgia terhadap aplikasi DeepSeek mencerminkan ketidakpercayaan yang lebih luas terhadap aplikasi yang berasal dari perusahaan-perusahaan China.
Lembaga Perlindungan Data di Jerman meminta Apple dan Google untuk menghapus aplikasi DeepSeek, sebuah aplikasi AI dari China, karena ada dugaan bahwa aplikasi ini secara ilegal mengirim data pribadi pengguna ke pemerintah China tanpa perlindungan yang memadai. DeepSeek dikenal karena kemampuan AI yang menyerupai teknologi AS, namun dikembangkan dengan biaya yang lebih murah. AS menuduh aplikasi ini menggunakan teknologi yang dilarang di China dan dipakai oleh militer China sebagai alat 'senjata'. Pemerintah Jerman melalui Komisioner Perlindungan Data, Meike Kamp, mengatakan bahwa data pengguna Jerman tidak dilindungi dengan cukup baik di China dan otoritas China dapat mengakses data tersebut dengan mudah. Beberapa negara Eropa seperti Italia dan Belanda sudah memblokir atau melarang penggunaan aplikasi ini, sementara Belgia merekomendasikan pejabatnya untuk tidak menggunakan DeepSeek sampai evaluasi lebih lanjut dilakukan. Apple dan Google sedang meninjau permintaan dari Jerman ini dan belum memutuskan apakah akan memblokir aplikasi tersebut. DeepSeek sendiri belum memberikan komentar mengenai masalah ini.