Microsoft dan Meta Melonjak, Apple dan Nvidia Tertekan Akibat Tarif Baru AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
02 Mei 2025
209 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Microsoft dan Meta mengalami lonjakan saham setelah laporan keuangan yang positif.
Apple dan Nvidia menghadapi tantangan besar akibat tarif dagang dan penurunan penjualan.
Pengembangan fitur AI Apple tertinggal dibandingkan pesaing, yang dapat mempengaruhi posisi pasar mereka.
Raksasa teknologi Apple dan Nvidia tengah menghadapi tekanan besar akibat tarif baru yang diterapkan oleh Presiden Trump. Sebaliknya, Meta dan Microsoft justru mengalami lonjakan saham berkat laporan keuangan kuartalan yang positif. Saham Microsoft naik 10% dan Meta mencatatkan kenaikan hampir 7% setelah laporan keuangan mereka menunjukkan hasil jauh di atas ekspektasi analis.
Pendapatan kuartal Microsoft mencapai Rp 1.17 quadriliun (US$70,1 miliar) dengan laba bersih sebesar Rp 430.86 triliun (US$25,8 miliar) , sementara Meta mencatatkan pendapatan Rp 706.41 triliun (US$42,3 miliar) dan laba per saham (EPS) Rp 10.74 juta (US$6,43) . Di sisi lain, saham Nvidia sudah anjlok 19,74% sepanjang 2025 akibat pembatasan ekspor chip terbaru dari AS ke China. Apple juga menghadapi penurunan penjualan iPhone, terutama di pasar penting seperti China.
Kapitalisasi pasar Apple saat ini adalah Rp 53.51 quadriliun (US$3.204 triliun) , sementara Microsoft Rp 52.79 quadriliun (US$3.161 triliun) dan Nvidia Rp 45.47 quadriliun (US$2.723 triliun) . Apple juga tertinggal dalam pengembangan fitur AI dibandingkan pesaingnya seperti Samsung dan Google. Menurut Eric Schiffer, tarif baru ini mengancam dan mengganggu bisnis Apple serta sarat dengan muatan politik.
Analisis Ahli
Eric Schiffer
Tarif itu ibarat pedang bermata dua bagi Apple, mengancam, mengganggu, dan sarat muatan politik.


