Apple Bangkit: Saham Naik Setelah Meluncurkan iPhone 17 dan Produk Baru
Teknologi
Gadgets dan Wearable
23 Sep 2025
11 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Saham Apple mengalami kenaikan setelah peluncuran produk terbaru.
Permintaan untuk iPhone 17 menunjukkan tren positif dengan waktu tunggu yang lebih lama.
Apple harus meningkatkan investasi dalam teknologi AI untuk bersaing dengan perusahaan lain.
Apple berhasil menghapus kerugian tahun 2025 dengan kenaikan saham sebesar 4% setelah meluncurkan produk terbaru termasuk iPhone 17. Ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan investor dan menunjukkan kekuatan merek Apple di pasar teknologi.
Kapitalisasi pasar Apple kini mencapai Rp 63.46 quadriliun (US$3.800 triliun) , menjadikannya perusahaan teknologi paling bernilai ketiga di dunia, tepat di bawah Nvidia dan Microsoft. Hal ini menunjukkan kemampuan Apple untuk tetap mendominasi meski menghadapi banyak tantangan.
Peluncuran iPhone 17, khususnya model kelas menengah iPhone Air dengan harga Rp 16.68 juta (US$999) , merupakan pembaruan besar dalam desain yang sudah lama dinantikan konsumen. Permintaan awal sangat tinggi, terlihat dari waktu pengiriman yang lebih lama dari generasi sebelumnya.
Pasar China sebagai salah satu pasar utama Apple juga menunjukkan tren positif dengan tingginya angka pre-order. Ini memperkuat posisi Apple dalam menghadapi persaingan ketat di wilayah Asia.
Meski mengalami kebangkitan, Apple masih tertinggal dalam bidang AI dan menunda peningkatan asisten virtual Siri hingga 2026. Beberapa fitur AI sudah diterapkan pada produk baru, tetapi investasi yang lebih besar diperlukan agar Apple tetap kompetitif di masa depan.
Analisis Ahli
Analis teknologi senior
Apple perlu mempercepat integrasi AI dalam produknya agar tetap kompetitif, terutama menghadapi persaingan ketat dari Google dan Microsoft yang agresif di bidang ini.

