Apple Tingkatkan Investasi AI Hadapi Tantangan Tarif dan Persaingan Teknologi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Agt 2025
161 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Apple meningkatkan fokus dan investasi dalam kecerdasan buatan.
Meskipun menghadapi tantangan tarif, penjualan iPhone tetap meningkat.
Akuisisi perusahaan kecil dilakukan untuk mempercepat pengembangan teknologi AI.
Apple tengah fokus meningkatkan investasi secara signifikan di bidang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). CEO Apple, Tim Cook, menyampaikan bahwa perusahaan membuka peluang untuk merger dan akuisisi yang dapat mempercepat pengembangan layanan AI mereka. Meskipun ukuran perusahaan yang diakuisisi tidak besar, langkah ini diharapkan dapat menguatkan peta jalan AI Apple.
Perusahaan juga melakukan pengaturan ulang terhadap staf internal agar lebih fokus pada pengembangan teknologi AI. Selain akuisisi, Apple menggunakan model investasi hibrida dengan menggandeng mitra untuk mengakses sistem AI dan memasukkan biaya tersebut dalam biaya operasional. Kepala Keuangan Apple, Kevan Parekh, menegaskan bahwa sebagian besar pertumbuhan perusahaan saat ini didorong oleh investasi terkait AI.
Apple mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1.57 quadriliun (US$94,04 miliar) pada kuartal kedua 2025, naik hampir 10% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan iPhone mencapai Rp 744.49 triliun (US$44,58 miliar) , naik 13,5%, dan melampaui ekspektasi analis. Namun, saham Apple melemah 17% sepanjang tahun 2025 karena investor menilai Apple tertinggal dalam penerapan AI, dan peluncuran asisten virtual Siri berbasis AI yang baru ditunda.
Selain menghadapi kompetisi dari perusahaan teknologi lain seperti Microsoft dan Nvidia dalam bidang AI, Apple juga dihadapkan dengan tekanan tarif perdagangan dari Amerika Serikat yang menambah beban biaya operasional besar. Tarif ini menimbulkan tambahan biaya hingga Rp 13.36 triliun (US$800 juta) pada kuartal Juni dan diperkirakan akan mencapai Rp 18.37 triliun (US$1,1 miliar) pada kuartal berikutnya. Untuk mengantisipasi hal ini, Apple mulai memindahkan sebagian produksi iPhone ke India dan produk lainnya ke Vietnam.
Meski menghadapi banyak tantangan, termasuk tarif dan persaingan AI, Apple tetap fokus menyederhanakan teknologi agar mudah diakses dan digunakan oleh semua orang. Tim Cook percaya bahwa inilah inti strategi AI perusahaan agar produk Apple tetap relevan dan diminati pelanggan secara global di masa depan.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Apple perlu mempercepat penggunaan AI tercanggih dalam produknya untuk tetap relevan, karena kecepatan inovasi sangat menentukan posisi di pasar teknologi.Fei-Fei Li
Pendekatan Apple yang fokus pada user experience merupakan kekuatan, tetapi integrasi AI yang lebih mendalam akan memperkuat produk mereka secara signifikan.

