Apple Pangkas Beli Saham dan Siapkan Dana Besar Akibat Perang Dagang AS-China
Bisnis
Ekonomi Makro
02 Mei 2025
176 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perang dagang berdampak signifikan pada strategi keuangan Apple.
Apple berusaha untuk menjaga cadangan dana di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sebagian besar produk Apple masih diproduksi di luar AS, terutama di China, India, dan Vietnam.
Perang dagang yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump telah menyebabkan kerugian besar bagi Apple. Perusahaan ini mengumumkan pemangkasan program pembelian saham kembali hingga Rp 167.00 triliun (US$10 miliar) . CEO Apple, Tim Cook, juga menyatakan bahwa perusahaan bisa menambah pengeluaran hingga Rp 15.03 triliun (US$900 juta) pada kuartal selanjutnya jika kebijakan tarif tidak berubah.
Selain itu, Apple berencana mengeluarkan Rp 8.35 quadriliun (US$500 miliar) untuk mengembangkan perusahaan di AS, termasuk membangun server dan pabrik chip dengan mitra manufakturnya. Analis menilai langkah ini sebagai upaya Tim Cook untuk menyimpan cadangan dana saat masa sulit. Meski begitu, Cook menyebut perang dagang belum menjadi masalah besar untuk perusahaan.
Sebagian besar produk Apple di luar AS masih berasal dari China, sementara sebagian besar iPhone yang dijual di AS berasal dari India. Kebanyakan iPad, Mac, dan Apple Watches berasal dari Vietnam. Langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana Apple berusaha mengatasi dampak perang dagang dan tetap menjaga operasionalnya.
Analisis Ahli
Thomas Monteiro
Apple menyimpan uang tunai sebagai cadangan menghadapi ketidakpastian perang dagang dan kemungkinan masa sulit di depan.


