Paparan Bahan Kimia Plastik DEHP Bisa Sebabkan Ratusan Ribu Kematian Jantung
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
02 Mei 2025
52 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Paparan DEHP berkontribusi signifikan terhadap kematian akibat penyakit jantung di seluruh dunia.
Ada ketidaksetaraan dalam paparan DEHP yang berdampak pada komunitas rentan di berbagai belahan dunia.
Penelitian ini menyoroti bahaya bahan kimia plastik dan perlunya regulasi yang lebih ketat untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Sebuah bahan kimia plastik bernama di-2-ethylhexyl phthalate (DEHP) ditemukan dalam barang-barang sehari-hari seperti wadah makanan dan kantong infus, diam-diam meningkatkan risiko penyakit jantung. Penelitian baru dari NYU Langone Health mengaitkan paparan DEHP dengan 356.238 kematian di seluruh dunia pada tahun 2018, yang mewakili 13,5 persen dari semua kematian kardiovaskular pada orang berusia 55 hingga 64 tahun.
Paparan DEHP tidak merata di seluruh dunia, dengan Asia Selatan dan Timur Tengah menanggung beban terberat. Di beberapa bagian Timur Tengah dan Asia Selatan, tingkat paparan DEHP enam kali lebih tinggi daripada di Eropa. Ketidaksetaraan ini juga terlihat di dalam negara-negara, dengan individu di Amerika Serikat dan Afrika yang memiliki paparan DEHP tertinggi mengalami kematian kardiovaskular terkait DEHP hingga 30 persen lebih tinggi daripada mereka yang memiliki paparan lebih rendah.
DEHP dapat meresap ke dalam makanan, air, dan udara yang kita hirup, dan setelah masuk ke dalam tubuh, DEHP terurai menjadi senyawa berbahaya yang mengganggu hormon, metabolisme glukosa dan lemak, serta memicu peradangan pada dinding arteri. Penelitian ini memperkirakan bahwa paparan DEHP mungkin telah merugikan dunia antara Rp 170.34 triliun ($10,2 miliar) dan Rp 62.46 quadriliun ($3,74 triliun) dalam satu tahun. Temuan ini menambah bukti besar bahwa bahan kimia ini menghadirkan bahaya besar bagi kesehatan manusia.
Analisis Ahli
Leonardo Trasande
Menekankan ketidaksetaraan global dalam paparan DEHP dan dampaknya terhadap kematian kardiovaskular, serta perlunya tindakan yang adil dan terfokus pada populasi rentan.Sara Hyman
Menyatakan bahwa temuan ini menguatkan bukti bahaya besar bahan kimia plastik bagi kesehatan manusia, dan mengajak untuk mempercepat pengurangan paparan sebagai prioritas kesehatan masyarakat.


