Epirus Kirim Senjata Gelombang Mikro Pertama untuk Bantu Marinir AS Lawan Kawanan Drone
Teknologi
Keamanan Siber
30 Apr 2025
125 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem ExDECS adalah inovasi penting dalam kemampuan anti-drone Korps Marinir AS.
Teknologi HPM memungkinkan penanganan beberapa ancaman drone secara bersamaan.
Pengujian dan integrasi sistem ini akan meningkatkan efektivitas pertahanan udara di masa depan.
Untuk meningkatkan kemampuan anti-drone Korps Marinir AS, Epirus, pengembang senjata energi terarah yang berbasis di California, telah mengirimkan sistem Expeditionary Directed Energy Counter-Swarm (ExDECS) pertama ke Naval Surface Warfare Center Dahlgren Division (NSWCDD). Sistem ini dikembangkan di bawah kontrak dari Kantor Penelitian Angkatan Laut AS dan dirancang untuk menetralkan kawanan drone dengan cepat.
Prototipe ExDECS telah dipindahkan ke NSWCDD untuk Pengujian Penerimaan Pemerintah setelah menyelesaikan Pengujian Penerimaan Pabrik. Sistem ini akan mendukung eksperimen Korps Marinir untuk menilai utilitas operasional solusi energi terarah dalam misi Pertahanan Udara Ketinggian Rendah (LAAD) dan Pertahanan Udara Berbasis Darat (GBAD).
Epirus mengklaim bahwa sistem ExDECS dapat membunuh sejumlah UAS Grup 1-2 yang memasuki lapangan perlindungannya dengan sinar microwave. Arsitektur LRAM memungkinkan skalabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk sistem Epirus, memungkinkan pengembangan faktor bentuk baru yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Analisis Ahli
Dr. Samantha Reynolds (Ahli Keamanan Siber dan Pertahanan Energi Terarah)
Sistem seperti ExDECS menunjukkan kemajuan penting dalam peperangan elektronik modern, terutama dalam mengatasi ancaman drone secara simultan tanpa menggunakan amunisi konvensional. Ini merupakan langkah maju dalam mengurangi biaya dan risiko logistik di lapangan.


