Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perplexity Ingin Jadi Raksasa Seperti Google dengan Browser Sendiri

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
25 Apr 2025
220 dibaca
1 menit
Perplexity Ingin Jadi Raksasa Seperti Google dengan Browser Sendiri

AI summary

Perplexity berencana untuk meluncurkan browser baru untuk mengumpulkan data pengguna dan meningkatkan iklan.
CEO Perplexity, Aravind Srinivas, percaya bahwa pengguna akan menerima pelacakan data jika iklan yang ditampilkan lebih relevan.
Perplexity berusaha untuk bersaing dengan Google dan perusahaan besar lainnya dalam industri teknologi dan periklanan.
Perplexity berencana untuk bersaing dengan Google dengan membangun browser mereka sendiri yang disebut Comet. CEO Aravind Srinivas menyatakan bahwa tujuan utama dari browser ini adalah untuk mengumpulkan data pengguna di luar aplikasi mereka, sehingga dapat menjual iklan premium yang lebih relevan.Browser Comet dijadwalkan untuk diluncurkan pada bulan Mei, meskipun mengalami beberapa kendala. Perplexity juga telah menandatangani kemitraan dengan Motorola untuk pre-install aplikasi mereka di seri Razr dan sedang dalam pembicaraan dengan Samsung.Google saat ini sedang menghadapi gugatan dari Departemen Kehakiman AS terkait dugaan praktik monopoli. Jika Google dipaksa untuk menjual bisnis browser Chrome, baik OpenAI maupun Perplexity menyatakan minat untuk membelinya.

Experts Analysis

Shoshana Zuboff
Pendekatan agresif pengumpulan data oleh perusahaan seperti Perplexity memperkuat apa yang saya sebut sebagai 'kapitalisme pengawasan,' yang berpotensi merusak privasi dan kebebasan individu.
Tim Cook
Meski teknologi baru menjanjikan kemudahan, perusahaan harus menghormati privasi pengguna dan menyediakan opsi perlindungan data yang kuat.
Editorial Note
Pendekatan Perplexity yang terang-terangan mengakui ingin mengumpulkan data di luar aplikasi mereka adalah langkah berani tapi berisiko tinggi dalam dunia yang semakin sadar privasi. Jika mereka tidak transparan dan memberikan kontrol yang jelas kepada pengguna, strategi ini bisa menimbulkan resistensi dan menurunkan kepercayaan konsumen.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.