Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perplexity AI Tawar Rp 576.15 triliun ($34,5 Miliar) Beli Browser Chrome Google, Persaingan AI Menggila

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (7mo ago) startups (7mo ago)
13 Agt 2025
38 dibaca
1 menit
Perplexity AI Tawar Rp 576.15 triliun ($34,5 Miliar)  Beli Browser Chrome Google, Persaingan AI Menggila

Rangkuman 15 Detik

Perplexity AI mengajukan tawaran besar untuk mengakuisisi Google Chrome dalam upaya untuk bersaing di pasar pencarian AI.
Tawaran ini menunjukkan pentingnya browser dalam ekosistem AI dan pencarian saat ini.
Tantangan hukum dan antitrust bisa memperlama proses akuisisi dan mempengaruhi hasilnya.
Perplexity AI, startup teknologi yang baru berusia tiga tahun, mengajukan tawaran sebesar Rp 576.15 triliun ($34,5 miliar) untuk membeli browser Google Chrome yang sangat populer. Tawaran ini jauh lebih tinggi dari nilai perusahaan mereka saat ini yang hanya sekitar Rp 233.80 triliun ($14 miliar) . Google Chrome memegang lebih dari 60 persen pangsa pasar browser global. Traffic yang dihasilkan oleh Chrome sangat penting bagi Google karena mengarahkan pengguna ke Google Search dan menghasilkan pendapatan iklan yang besar untuk perusahaan tersebut. Perplexity sebenarnya sudah meluncurkan browser berbasis AI sendiri bernama Comet yang bersaing dengan perusahaan teknologi besar lain seperti OpenAI dan Meta yang juga aktif dalam pengembangan teknologi AI dan browser AI. Namun, rencana pembelian Chrome ini menghadapi hambatan besar dari sisi regulasi karena pemerintah Amerika Serikat sedang menindak Google atas dugaan monopoli dan mempertimbangkan pemisahan atau penjualan Chrome sebagai solusi antitrust. Perplexity menawarkan untuk menjaga kode sumber Chromium tetap terbuka dan berjanji berinvestasi Rp 50.10 triliun ($3 miliar) selama dua tahun ke depan, serta tidak akan mengubah mesin pencari default, agar tetap menjaga pilihan pengguna dan mengurangi kekhawatiran atas persaingan.

Analisis Ahli

Gabriel Weinberg
Chrome bisa bernilai setidaknya $50 miliar jika Google terpaksa menjual, menunjukkan potensi besar nilai strategis browser untuk kompetisi pasar.