Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kerugian Penipuan Siber Meningkat, Modus Sederhana Jadi Ancaman Besar

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (11mo ago) cyber-security (11mo ago)
24 Apr 2025
208 dibaca
1 menit
Kerugian Penipuan Siber Meningkat, Modus Sederhana Jadi Ancaman Besar

Rangkuman 15 Detik

Kejahatan siber terus meningkat dengan kerugian yang signifikan.
Modus penipuan yang sederhana masih menjadi ancaman besar bagi banyak orang.
Laporan dari FBI menunjukkan pentingnya melaporkan kejahatan siber untuk memahami skala masalah ini.
Kejahatan siber menjadi ancaman serius di seluruh dunia, dengan banyak orang menjadi korban penipuan melalui berbagai modus. FBI melaporkan bahwa kerugian akibat kejahatan siber global mencapai Rp 267.20 triliun (US$16 miliar) sepanjang tahun 2024, meningkat sepertiga dibandingkan tahun sebelumnya. Kerugian terbesar berasal dari penipuan dengan teknologi minim, seperti penipu yang menyamar sebagai investor atau email palsu yang meminta transfer dana besar. Modus penipuan lainnya termasuk dukungan teknis palsu dan hubungan romantis yang menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dolar AS. FBI menerima hampir 860.000 laporan penipuan sepanjang tahun 2024, namun angka ini mungkin lebih kecil dari kenyataan di lapangan. Laporan datang dari berbagai belahan dunia, meskipun mayoritas berasal dari Amerika Serikat. Kerugian dari kejahatan siber sulit dikalkulasi secara akurat, tetapi laporan FBI adalah salah satu yang paling komprehensif.

Analisis Ahli

Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
Lonjakan kerugian penipuan siber mengindikasikan bahwa upaya pencegahan saat ini belum optimal dan perlu pendekatan yang lebih multifaset, termasuk pelatihan kesadaran keamanan digital bagi masyarakat luas.
Kevin Mitnick (Ahli Keamanan Siber dan Mantan Hacker)
Modus penipuan dengan teknologi minim menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi titik lemah terbesar. Fokus harus diberikan pada edukasi dan penguatan protokol internal perusahaan agar tak mudah terkecoh.
Theresa Payton (Mantan Kepala Keamanan Informasi AS)
Laporan FBI menegaskan pentingnya kerjasama internasional dalam melawan kejahatan siber yang transnasional, serta pengembangan sistem pelaporan dan penanganan kasus yang lebih responsif dan cepat.