AI summary
Rusia menghadapi penurunan pendapatan dari ekspor minyak dan gas akibat harga yang lebih rendah. Anggaran negara Rusia sudah terbebani oleh pengeluaran untuk perang di Ukraina. Proyeksi produksi minyak dan ekspor gas Rusia menunjukkan pemulihan yang lambat. Rusia telah mengurangi perkiraan pendapatan ekspor minyak dan gas untuk tahun 2025-2027 karena harga minyak yang lebih lemah. Pendapatan dari ekspor minyak dan gas, yang merupakan sumber utama pendanaan anggaran negara, diperkirakan turun 15% tahun ini. Hal ini menambah tekanan pada anggaran yang sudah terbebani dengan pengeluaran pertahanan yang tinggi akibat perang di Ukraina.Menurut dokumen dari Kementerian Ekonomi Rusia, negara ini mengharapkan pendapatan $200,3 miliar tahun ini dari penjualan ekspor minyak dan gas, yang 15% lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar $235 miliar. Pemerintah juga memperkirakan pendapatan $220,4 miliar pada tahun 2026, $231 miliar pada tahun 2027, dan $244,1 miliar pada tahun 2028. Harga minyak Urals turun ke level terendah sejak 2023 pada bulan April sekitar $53 per barel.Produksi minyak Rusia diperkirakan 516 juta ton pada tahun 2025, yang hampir sama dengan tahun sebelumnya dan sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Ekspor gas pipa, yang sempat anjlok setelah invasi ke Ukraina pada tahun 2022, diperkirakan akan pulih pada tahun 2025 menjadi 89,1 miliar meter kubik. Revisi ini menunjukkan tantangan ekonomi yang dihadapi Rusia di tengah ketidakpastian global dan konflik yang sedang berlangsung.
Penurunan tajam dalam pendapatan ekspor minyak dan gas akan menjadi tantangan besar bagi stabilitas fiskal Rusia, terutama di tengah tekanan internasional akibat konflik Ukraina. Jika harga minyak tidak membaik, pemerintah Rusia harus segera merancang strategi diversifikasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada sektor energi yang rentan.