AI summary
Harga minyak dipengaruhi oleh situasi geopolitik dan kebijakan sanksi. Negosiasi antara Rusia dan Ukraina berpengaruh besar terhadap pasar energi. Proyeksi kelebihan pasokan minyak dapat mempengaruhi harga dan permintaan di masa depan. Minyak mentah mengalami kenaikan harga seiring dengan penguatan pasar saham AS dan terhambatnya pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi lebih dari $67 per barel, didukung oleh melemahnya dolar dan pemulihan pasar saham AS. Namun, meskipun ada kenaikan, minyak mentah AS hanya sedikit naik minggu ini dan hampir mengalami penurunan selama delapan minggu berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak 2015. Ketegangan antara Rusia dan Ukraina serta risiko ekonomi global menjadi perhatian utama para trader.Pemerintah AS juga memberlakukan sanksi terhadap menteri minyak Iran dan beberapa perusahaan serta kapal yang terkait, yang sempat mendorong harga minyak naik. Namun, pasar tampak kurang reaktif terhadap berita sanksi tersebut. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pasokan minyak global akan meningkat, sementara permintaan mungkin menurun akibat perang dagang yang semakin meningkat. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan surplus pasokan minyak global akan semakin dalam, yang dapat mempengaruhi harga minyak di masa depan.
Ketidakpastian geopolitik dan hambatan diplomatik akan terus menciptakan tekanan pada pasar minyak, yang dapat memicu fluktuasi harga tajam. Selain itu, sanksi yang belum sepenuhnya ditegakkan hanya menciptakan ketidakpastian lebih lanjut tanpa efek langsung sehingga pasar tetap berhati-hati menanggapi berita-berita politik.