AI summary
Harga minyak mengalami fluktuasi akibat ketidakpastian ekonomi dan kebijakan tarif. Pembicaraan antara AS dan Iran dapat mempengaruhi pasokan minyak global. Kritik terhadap Federal Reserve dapat menambah ketidakpastian di pasar keuangan dan ekonomi. Harga minyak naik pada hari Selasa setelah investor memanfaatkan kerugian hari sebelumnya untuk menutup posisi pendek. Brent crude futures naik 92 sen menjadi $66,32 per barel, sementara WTI kontrak Mei naik 97 sen menjadi $64,05 per barel. Namun, kekhawatiran tetap ada mengenai hambatan ekonomi dari tarif dan kebijakan moneter AS yang dapat mengurangi permintaan bahan bakar.Pada hari Senin, kedua benchmark turun lebih dari 2% karena tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan kesepakatan nuklir antara AS dan Iran membantu meredakan kekhawatiran pasokan. Presiden AS Donald Trump mengulangi kritiknya terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan mengatakan ekonomi AS bisa melambat kecuali suku bunga diturunkan segera. Komentar Trump memicu kekhawatiran tentang independensi Fed dalam menetapkan kebijakan moneter.Kemajuan dalam pembicaraan antara AS dan Iran dapat menurunkan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran pasokan karena Iran adalah produsen utama. Sementara itu, survei Reuters menunjukkan bahwa kebijakan tarif akan memicu perlambatan signifikan dalam ekonomi AS tahun ini dan tahun depan. Dengan ketidakpastian yang terus berlanjut, harga minyak diperkirakan akan tetap berfluktuasi dalam waktu dekat.
Kenaikan harga minyak yang disertai dengan kekhawatiran ekonomi menandakan pasar sedang berada dalam fase siklus yang penuh ketidakpastian. Jika ketegangan perdagangan dan kebijakan Fed terus memicu kecemasan investor, permintaan minyak akan tetap tertekan meski ada dorongan pasokan dari pembicaraan nuklir.