Dampak Permainan Tarif Trump Terhadap Harga Minyak dan Ekonomi Global
Bisnis
Ekonomi Makro
15 Apr 2025
203 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ketidakpastian kebijakan tarif AS berdampak signifikan pada pasar minyak global.
Proyeksi permintaan minyak global diperkirakan akan melambat akibat perang dagang.
Kondisi ekonomi di China dan Eropa terpengaruh oleh kebijakan perdagangan AS.
Harga minyak sedikit berubah karena investor mencerna berita terbaru tentang tarif Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah dan mencoba memahami dampak perang dagang AS-China terhadap ekonomi global dan permintaan minyak. Brent crude futures turun 21 sen menjadi Rp 108.00 juta ($64,67) per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) crude turun 20 sen menjadi Rp 102.42 juta ($61,33) per barel.
Ketidakpastian kebijakan tarif AS telah menyebabkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan prospek permintaan minyak dan beberapa bank menurunkan perkiraan harga minyak. International Energy Agency memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak global pada 2025 akan menjadi yang paling lambat dalam lima tahun karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi akibat tarif Trump.
Eksekutif bank AS memperingatkan risiko besar terhadap pengeluaran konsumen jika kebijakan tarif Trump berlanjut. Di China, ekspor meningkat tajam pada bulan Maret sebelum tarif AS terbaru berlaku, tetapi perang dagang yang meningkat telah menggelapkan prospek ekonomi. Di Eropa, beberapa bank memperketat standar kredit karena kekhawatiran tentang prospek ekonomi akibat tarif AS.
Analisis Ahli
Giovanni Staunovo
Perang dagang yang meluas dapat menyebabkan penurunan harga minyak Brent menjadi sangat signifikan, berpotensi hingga $40-$60 per barel karena resesi AS dan perlambatan ekonomi China.Gelber and Associates
Kebijakan tarif yang berulang dan berubah-ubah menciptakan ketidakpastian besar yang membebani pasar minyak dan ekonomi secara keseluruhan, sehingga menurunkan ekspektasi pertumbuhan permintaan minyak.