AI summary
Ketidakpastian kebijakan tarif AS berdampak signifikan pada pasar minyak global. Proyeksi permintaan minyak global diperkirakan akan melambat akibat perang dagang. Kondisi ekonomi di China dan Eropa terpengaruh oleh kebijakan perdagangan AS. Harga minyak sedikit berubah karena investor mencerna berita terbaru tentang tarif Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah dan mencoba memahami dampak perang dagang AS-China terhadap ekonomi global dan permintaan minyak. Brent crude futures turun 21 sen menjadi $64,67 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) crude turun 20 sen menjadi $61,33 per barel.Ketidakpastian kebijakan tarif AS telah menyebabkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan prospek permintaan minyak dan beberapa bank menurunkan perkiraan harga minyak. International Energy Agency memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak global pada 2025 akan menjadi yang paling lambat dalam lima tahun karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi akibat tarif Trump.Eksekutif bank AS memperingatkan risiko besar terhadap pengeluaran konsumen jika kebijakan tarif Trump berlanjut. Di China, ekspor meningkat tajam pada bulan Maret sebelum tarif AS terbaru berlaku, tetapi perang dagang yang meningkat telah menggelapkan prospek ekonomi. Di Eropa, beberapa bank memperketat standar kredit karena kekhawatiran tentang prospek ekonomi akibat tarif AS.
Ketidakpastian kebijakan tarif AS telah menciptakan tekanan besar pada pasar minyak yang sebenarnya sedang berjuang untuk keseimbangan antara produksi dan permintaan. Jika kebijakan ini tidak segera distabilkan, investor dan pelaku pasar akan menghadapi volatilitas yang lebih hebat, memperparah ketidakpastian ekonomi global.