AI summary
JFTC telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan praktik preferensi Google di Jepang. Google harus melonggarkan perjanjian terkait pendapatan iklan dan melaporkan kepatuhan selama lima tahun. Isu antitrust Google juga sedang diproses di AS, yang dapat mengakibatkan pemecahan perusahaan. Komisi Perdagangan Adil Jepang (JFTC) telah memerintahkan Google untuk menghentikan kesepakatan yang memberikan preferensi pada Google Search dan Chrome di perangkat Android. Ini adalah pertama kalinya regulator mengeluarkan perintah penghentian dan penghentian kepada perusahaan teknologi besar. JFTC menemukan bahwa Google telah meminta setidaknya enam pembuat ponsel Android untuk kesepakatan semacam itu sejak Juli 2020.Kesepakatan tersebut termasuk Google berbagi pendapatan dengan lima mitra bisnis dengan syarat Chrome dan Google Search ditempatkan di layar awal dan layanan serupa dari perusahaan lain tidak dipasang sama sekali. Sebagai bagian dari hukumannya, Google harus melonggarkan bagian dari kesepakatan terkait distribusi pendapatan iklan sehingga pembuat ponsel memiliki lebih banyak pilihan. Google juga harus mendapatkan pihak ketiga independen untuk melaporkan kepatuhannya terhadap perintah JFTC selama lima tahun.Google menyatakan kekecewaannya terhadap temuan komisi tersebut, karena percaya bahwa kesepakatannya dengan mitra Jepang membantu mempromosikan persaingan dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berinvestasi dalam inovasi produk, yang mengarah pada lebih banyak pilihan bagi konsumen. Jepang mengesahkan undang-undang tahun lalu yang mirip dengan Digital Markets Act Uni Eropa, termasuk mencegah langkah-langkah preferensi diri seperti yang sekarang diperintahkan untuk dihentikan oleh Google.
Langkah JFTC ini menjadi preseden penting yang menunjukkan bahwa pengawasan terhadap kekuatan perusahaan teknologi besar semakin ketat di Asia. Google harus lebih transparan dan adil dalam kerjasama bisnis mereka agar inovasi dan persaingan dapat berjalan dengan sehat tanpa mengekang pesaingnya.