Pengadilan Izinkan Google Terus Bayar Apple dan Mozilla, Tapi Harus Bagikan Data
Bisnis
Ekonomi Makro
03 Sep 2025
224 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan pengadilan memungkinkan Google untuk terus membuat kesepakatan pencarian dengan mitra distribusi.
Mozilla menganggap bahwa kesepakatan dengan Google adalah kunci untuk kelangsungan hidup Firefox.
Keputusan ini menyatakan bahwa Google tidak perlu menunjukkan opsi pencarian kepada pengguna.
Baru-baru ini, sebuah pengadilan di Amerika Serikat membuat keputusan penting terkait kasus antitrust terhadap Google. Google menandatangani perjanjian besar sebesar 20 miliar dolar AS yang memungkinkan mereka menjadi mesin pencari default di browser Safari milik Apple. Keputusan pengadilan mengizinkan Google melanjutkan kesepakatan ini dengan perusahaan besar seperti Apple dan Mozilla.
Hakim Amit Mehta menulis dalam putusannya bahwa melarang Google memberikan pembayaran atau insentif kepada mitra distribusi dapat menyebabkan kerugian besar, bahkan menghancurkan bagi para mitra tersebut. Oleh karena itu, Google tidak dilarang memberikan kompensasi untuk menempatkan produknya dalam posisi utama di perangkat dan aplikasi populer.
Selain itu, Google tidak harus menampilkan layar pilihan opsi mesin pencari pada produk-produknya seperti yang diminta sebelumnya oleh Departemen Kehakiman AS. Ini sangat penting karena layar pilihan tersebut diyakini bisa mengurangi kekuatan Google di pasar pencarian internet. Namun, beberapa ketentuan tetap diberlakukan agar Google berbagi data pencarian tertentu dengan para pesaingnya.
Pada tahun sebelumnya, pengadilan sudah menyatakan Google sebagai perusahaan yang memonopoli pasar pencarian dan iklan. Namun dalam putusan sekarang, Google tidak diwajibkan melepas atau memisahkan produk seperti browser Chrome dan sistem operasi Android yang selama ini mereka kuasai penuh. Google sendiri berencana untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Meskipun Google tetap dapat melakukan kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar, keharusan berbagi data dengan pesaing memberi ruang bagi kompetisi dan inovasi di pasar. Dampaknya terhadap konsumen dan pasar pencarian global akan terus dipantau, terutama bagaimana langkah Google berikutnya akan memengaruhi persaingan dan pilihan pengguna internet.
Analisis Ahli
Margrethe Vestager
Kebijakan ini menunjukkan keseimbangan yang sulit antara mengizinkan dominasi pasar sambil mencoba memperbaiki persaingan dengan langkah-langkah data sharing yang terbatas.Tim Wu
Ruling ini mengindikasikan bahwa pengadilan masih ragu melakukan pemutusan drastis terhadap perusahaan teknologi besar meski potensi monopoli jelas, sehingga penting untuk pengawasan berkelanjutan.