Hakim Larang Google Buat Perjanjian Eksklusif dan Minta Bagi Data Pesaing
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
03 Sep 2025
262 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Google tidak akan dipecah, tetapi harus mengubah praktik bisnisnya.
Hakim Mehta menekankan perlunya transparansi dan persaingan yang adil di sektor teknologi.
Keputusan ini dapat mempengaruhi kasus antitrust lainnya yang dihadapi Google.
Pengadilan federal AS memutuskan bahwa Google tidak akan dipaksa untuk memecah bisnis pencariannya, tetapi harus menerapkan sejumlah perubahan agar tidak melakukan praktik monopoli lagi. Keputusan awal ini bertujuan menjaga persaingan yang sehat dan mencegah Google mengkonsolidasikan dominasi dengan cara eksklusif yang bisa merugikan pesaing.
Hakim Amit P. Mehta secara khusus melarang Google membuat kesepakatan yang mengikat distribusi aplikasi seperti Search, Chrome, Google Assistant, dan Gemini dengan aplikasi atau pembagian pendapatan lain. Ini termasuk melarang Google menggunakan lisensi Play Store sebagai syarat distribusi aplikasi tertentu.
Selain itu, Google harus berbagi data penting dari indeks pencarian dan interaksi pengguna dengan perusahaan pesaing yang memenuhi syarat, agar tidak terjadi praktek eksklusi yang membuat pesaing sulit berkembang. Layanan pencarian dan iklan yang disindikasi juga harus disediakan dengan tarif standar.
Keputusan ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Departemen Kehakiman AS yang ingin melakukan pemisahan produk seperti Chrome dan Android serta menuntut berbagi data lebih luas. Google sendiri berpendapat bahwa tuntutan tersebut akan membahayakan privasi pengguna dan inovasi teknologi.
Pengadilan memberikan waktu hingga 10 September untuk memasukkan revisi keputusan akhir, dan periode pengawasan akan berlangsung selama enam tahun dengan bantuan komite teknis. Proses hukum ini kemungkinan berlangsung hingga 2027 atau 2028, dan akan mempengaruhi masa depan regulasi industri teknologi.
Analisis Ahli
William Kovacic
Kasus ini sangat unik karena ada dua proses hukum paralel yang sama-sama menuntut perubahan besar pada Google, sehingga hasil akhirnya bisa menjadi model bagi penanganan perusahaan dominan di masa depan.
