Pelanggaran Data Hertz: Pelanggan Rentcar Terkena Dampak Serangan Siber Vendor
Teknologi
Keamanan Siber
15 Apr 2025
197 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Hertz mengalami pelanggaran data yang signifikan akibat serangan siber pada vendor mereka.
Informasi pribadi pelanggan, termasuk SIM dan informasi pembayaran, telah dicuri.
Kelompok ransomware Clop terlibat dalam serangan ini, yang merupakan bagian dari kampanye peretasan massal.
Hertz telah mulai memberi tahu pelanggannya tentang pelanggaran data yang mencakup informasi pribadi dan SIM mereka. Pelanggaran ini terkait dengan serangan siber pada salah satu vendor mereka, Cleo Software, antara Oktober 2024 dan Desember 2024. Data yang dicuri bervariasi menurut wilayah, tetapi sebagian besar mencakup nama pelanggan, tanggal lahir, informasi kontak, SIM, informasi kartu pembayaran, dan klaim kompensasi pekerja.
Hertz mengatakan bahwa sejumlah kecil pelanggan memiliki nomor Jaminan Sosial mereka yang dicuri dalam pelanggaran tersebut. Pemberitahuan tentang pelanggaran ini telah dipublikasikan di situs web Hertz untuk pelanggan di Australia, Kanada, Uni Eropa, Selandia Baru, dan Inggris. Hertz juga mengungkapkan pelanggaran ini kepada beberapa negara bagian AS, termasuk California dan Maine, dengan setidaknya 3.400 pelanggan di Maine yang terkena dampak.
Pelanggaran ini dikaitkan dengan geng ransomware Clop yang mengklaim telah mengeksploitasi kerentanan zero-day dalam produk transfer file perusahaan Cleo. Hertz mengatakan tidak ada bukti bahwa jaringan Hertz sendiri terpengaruh oleh pelanggaran tersebut, tetapi data Hertz telah diakses oleh pihak ketiga yang tidak sah. Seorang juru bicara Hertz menyatakan bahwa jumlah pelanggan yang terkena dampak tidak mencapai jutaan.
Analisis Ahli
Brian Krebs
Insiden ini memperkuat pentingnya pengamanan sistem transfer file perusahaan, karena kerentanan pada software pihak ketiga dapat berakibat fatal pada keamanan data korporasi yang luas.Mikko Hyppönen
Pelanggaran yang berulang akibat zero-day vuln pada vendor populer menunjukkan bahwa pendekatan keamanan berbasis patching saja tidak cukup, diperlukan pendekatan proaktif dan deteksi dini serangan.

