Zoomcar Alami Kebocoran Data 8,4 Juta Pelanggan, Respons Perusahaan Cepat
Teknologi
Keamanan Siber
16 Jun 2025
268 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Zoomcar mengalami peretasan yang mengakibatkan akses data pribadi pelanggan.
Perusahaan telah mengambil langkah-langkah keamanan tambahan setelah insiden tersebut.
Meskipun peretasan terjadi, tidak ada gangguan material terhadap operasi perusahaan.
Zoomcar, layanan penyewaan mobil berbagi yang berbasis di Bengaluru, mengalami pelanggaran keamanan yang mengakibatkan data pribadi sekitar 8,4 juta pelanggannya diakses oleh peretas. Data yang bocor meliputi nama, nomor telepon, dan nomor registrasi mobil pelanggan. Perusahaan pertama kali mengetahui hal ini setelah karyawan menerima pesan dari pelaku yang mengklaim berhasil membobol data mereka.
Setelah insiden ditemukan pada tanggal 9 Juni, Zoomcar segera menjalankan rencana respons untuk menanggulangi dampak pelanggaran ini. Perusahaan memastikan tidak ada bukti bahwa informasi finansial, kata sandi, atau data sensitif lainnya ikut bocor dalam insiden ini. Namun, informasi lain yang bocor tetap menjadi perhatian serius bagi banyak pihak.
Menanggapi pelanggaran tersebut, Zoomcar melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan keamanan, termasuk memperketat pengawasan sistem internal dan akses cloud, serta melibatkan ahli keamanan siber pihak ketiga untuk melakukan investigasi dan perbaikan. Perusahaan juga telah melaporkan kejadian ini kepada pengawas regulasi serta otoritas hukum terkait, dan berjanji akan bekerja sama penuh dalam penyelidikan.
Zoomcar memiliki operasi yang cukup luas di berbagai negara seperti India, Mesir, Indonesia, dan Vietnam serta melayani lebih dari 10 juta pengguna. Meski menghadapi insiden ini, perusahaan menyatakan bahwa tidak ada gangguan signifikan pada operasional mereka sejauh ini, dan jumlah penyewaan mobil bahkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Kendati demikian, Zoomcar belum memberikan kejelasan apakah pelanggan yang terkena dampak sudah diberi tahu secara langsung. Media dan analis terus memonitor perkembangan terkait insiden ini untuk melihat bagaimana perusahaan mengelola kepercayaan pelanggan dan memperkuat sistem keamanannya ke depan.

