Mengapa Waktu Terasa Cepat saat Scrolling TikTok? Penjelasan Psikologis dan Solusinya
Sains
Neurosains and Psikologi
13 Apr 2025
157 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengalaman baru dapat memperkaya persepsi waktu dan membuatnya terasa lebih lambat.
Aktivitas pasif di media sosial dapat mengganggu koneksi kita dengan dunia nyata dan kesehatan mental.
Membangun rutinitas yang memberi ruang bagi kesadaran penuh dapat membantu kita menghargai waktu yang kita miliki.
Seringkali kita merasa waktu tiba-tiba hilang saat scrolling media sosial, terutama TikTok. Fenomena ini bukan sekadar perasaan semata, ada alasan ilmiah di baliknya. TikTok dirancang dengan algoritma canggih untuk mempertahankan perhatian pengguna, membuat kita terjebak dalam siklus 'satu video lagi'.
Menurut psikolog klinis dr. Kimberly Chew, semakin sedikit pengalaman baru yang kita alami, semakin cepat waktu terasa berlalu. Otak orang dewasa cenderung menyerap informasi baru dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan anak-anak, sehingga waktu terasa berjalan lebih cepat. Aktivitas pasif seperti doomscrolling membuat kita kehilangan kesadaran akan waktu.
Untuk mengatasi fenomena ini, kita bisa mencoba pengalaman baru yang menciptakan penanda memori. Kegiatan seperti membaca, menggambar, atau berjalan di taman dapat membantu kita terhubung kembali dengan saat ini. Dengan memperbanyak momen yang bermakna, waktu akan terasa lebih nyata dan berharga.
Analisis Ahli
dr. Kimberly Chew
Semakin sedikit pengalaman baru yang dialami seseorang, semakin cepat waktu terasa berlalu karena berkurangnya penanda memori.Jonathan Haidt
Terlalu lama di dunia digital dapat mengganggu koneksi dengan realitas dan memperburuk kesehatan mental serta persepsi waktu.

