AI summary
Penggunaan media sosial mengalami penurunan, terutama di kalangan remaja. Pengguna kini lebih mencari koneksi yang lebih personal dan terbatas. Prediksi masa depan menunjukkan peningkatan penggunaan video AI dalam konteks media sosial. Penggunaan media sosial kini tidak seramai dulu ketika platform-platform itu baru diluncurkan. Banyak orang, terutama remaja dan yang berusia di 20-an, mulai mengurangi waktu yang mereka habiskan di media sosial. Data dari Financial Times yang menggunakan GWI menunjukkan penurunan hampir 10% pada tahun 2024.Meski rata-rata waktu yang dihabiskan masih sekitar 2 jam 20 menit secara global, tren ini tetap menunjukkan penurunan. Orang-orang pun mulai memakai media sosial bukan lagi untuk berhubungan dengan teman dan keluarga, tapi lebih untuk mengisi waktu luang, misalnya sebelum tidur seperti yang terjadi pada pengguna TikTok.Menurut terapis Daniel Dashnaw, tujuan penggunaan media sosial berubah. Dulu orang menggunakan Facebook untuk melihat kabar keluarga, sekarang banyak yang hanya mencari hiburan semu. Laporan serupa dari Financial Times juga menegaskan menurunnya pengguna yang memanfaatkan media sosial untuk koneksi sosial yang nyata.Meski begitu, internet tidak ditinggalkan sepenuhnya. Laporan dari Sprout Social menunjukkan bahwa orang ingin koneksi yang lebih personal dan tertutup, bukan interaksi tanpa batas. Deloitte juga memprediksi bahwa video berbasis kecerdasan buatan (AI) akan mendominasi platform digital sebagai bentuk hiburan baru.Perubahan ini juga menyiratkan bahwa media sosial tidak lagi menjadi pusat budaya digital seperti saat ini. Koneksi akan beralih ke komunitas kecil dan lambat, lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas, dan konten AI akan mengambil alih perhatian secara besar-besaran sebagai tontonan sintetis.
Perubahan drastis dalam perilaku pengguna media sosial menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasa jenuh dengan konsumsi informasi yang masif dan interaksi yang superfisial. Fokus pada komunitas yang lebih kecil dan koneksi personal adalah tanda bahwa pengguna mencari makna dan kualitas dalam interaksi digital, bukan kuantitas atau eksposur massal.