Tantangan Memindahkan Produksi iPhone Kembali ke AS di Tengah Tarif Impor
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Apr 2025
268 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif impor AS dapat berdampak signifikan pada harga produk Apple.
Memindahkan manufaktur kembali ke AS menghadapi banyak tantangan, termasuk kekurangan tenaga kerja.
Rekonstruksi rantai pasokan menjadi solusi yang mungkin untuk perusahaan-perusahaan teknologi.
Apple menjadi sorotan karena kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang dapat menyebabkan kenaikan harga iPhone. Kebanyakan produk Apple diproduksi di luar AS seperti China dan India, yang terdampak kebijakan tarif tersebut. Kebijakan ini bertujuan untuk memindahkan pabrikan teknologi kembali ke AS, termasuk produksi iPhone.
Namun, memindahkan produksi ke AS tidaklah mudah karena sumber daya sudah ada di pabrikan China. Perakitan di AS akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja manusia dan robot, sementara AS mengalami kekurangan tenaga kerja dan telah kehilangan seni manufaktur skala besar. Perekrutan tenaga kerja akan menjadi salah satu masalah terbesar di pabrik-pabrik AS.
Selain itu, membangun iPhone asli AS membutuhkan banyak biaya dan kualitasnya mungkin lebih buruk pada awalnya. Meskipun AS memiliki kapasitas memproduksi komponen smartphone di sejumlah area, namun bukan yang terbaik. Oleh karena itu, merekonstruksi rantai pasokan dengan mengalihkan manufaktur komponen utama ke Amerika Utara adalah salah satu solusi yang paling realistis.
Analisis Ahli
Gary Gereffi
Merekomendasikan rekonstruksi rantai pasokan sebagai solusi realistis untuk memindahkan manufaktur komponen penting ke Amerika Utara.Tinglong Dai
Memperingatkan kekurangan tenaga kerja dan kehilangan keterampilan manufaktur besar-besaran yang menjadi hambatan besar bagi perakitan di AS.


