AI summary
Apple menghadapi tantangan besar akibat perang tarif antara AS dan China. Perusahaan berusaha mengurangi ketergantungan pada China dengan memindahkan rantai pasokan ke India. Penurunan program buyback saham menunjukkan kebutuhan Apple akan likuiditas di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Saham Apple turun 5% setelah perusahaan memangkas program pembelian kembali saham dan menghadapi biaya tambahan sebesar US$900 juta akibat perang tarif antara AS dan China. Sepanjang 2025, saham Apple sudah turun lebih dari 38% karena kebijakan tarif resiprokal yang dimulai oleh pemerintahan Donald Trump terhadap barang-barang impor dari China.Apple sangat bergantung pada China untuk lini manufakturnya, dengan 90% rantai pasokan berada di negara tersebut. Selain perang tarif, Apple juga menghadapi kompetisi sengit dengan pabrikan HP asal China, yang menyebabkan penjualan iPhone di China terus menurun. Pada Q1 2025, penjualan iPhone tercatat anjlok 9% secara tahun-ke-tahun (YoY).CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa perusahaan akan memindahkan sebagian besar rantai pasokan iPhone ke India untuk mengurangi ketergantungan pada China. Apple juga akan meningkatkan produksi chip di Texas, Arizona, dan Oregon. Namun, pemindahan fasilitas produksi ini membutuhkan biaya besar dan menambah tantangan bagi Apple di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Keputusan Apple mengurangi buyback saham adalah sinyal kuat bahwa perusahaan menghadapi tantangan finansial yang lebih nyata dari sebelumnya akibat perang dagang dan persaingan global. Upaya diversifikasi rantai pasokan sangat penting, namun biaya besar dan risiko operasional akan tetap menjadi hambatan besar selama masa transisi ini.