Harga Minyak Turun Tajam Karena Perang Dagang AS-China dan Tarif Baru
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Apr 2025
296 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga minyak mengalami penurunan akibat ketidakpastian dalam perang dagang antara AS dan China.
Tarif yang lebih tinggi terhadap China dapat mengurangi permintaan minyak AS dan meningkatkan stok minyak.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global menurun, yang dapat berdampak negatif pada harga minyak di masa depan.
Harga minyak turun lebih dari Rp 33.40 ribu ($2) per barel pada hari Kamis, menghapus kenaikan sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena investor menilai kembali rencana jeda dalam tarif AS yang luas dan fokus bergeser ke perang dagang yang semakin dalam antara Washington dan Beijing.
Presiden AS Donald Trump menghentikan tarif berat yang diumumkan terhadap puluhan mitra dagang AS, tetapi juga menaikkan tarif terhadap China. Tarif AS pada impor China sekarang total 145%, sementara China mengumumkan tarif tambahan pada barang-barang AS sebesar 84%.
Ekspor minyak mentah AS ke China turun menjadi 112.000 barel per hari pada bulan Maret, hampir setengah dari tahun lalu. Stok minyak mentah AS naik 2,6 juta barel minggu lalu, hampir dua kali lipat dari yang diproyeksikan oleh para analis. Para ahli memperingatkan bahwa perselisihan dagang yang berkelanjutan dapat merusak ekonomi global secara signifikan.
Analisis Ahli
Henry Hoffman
Jika perselisihan perdagangan ini berlangsung lebih lama, ekonomi global akan mengalami kerusakan signifikan.Ritterbusch and Associates
Ekspektasi penurunan permintaan minyak karena tarif akan menjadi kekhawatiran utama trader yang membatasi kenaikan harga minyak.