Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun Tajam Karena Perang Dagang AS-China dan Tarif Baru

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
10 Apr 2025
194 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun Tajam Karena Perang Dagang AS-China dan Tarif Baru

AI summary

Harga minyak mengalami penurunan akibat ketidakpastian dalam perang dagang antara AS dan China.
Tarif yang lebih tinggi terhadap China dapat mengurangi permintaan minyak AS dan meningkatkan stok minyak.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global menurun, yang dapat berdampak negatif pada harga minyak di masa depan.
Harga minyak turun lebih dari $2 per barel pada hari Kamis, menghapus kenaikan sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena investor menilai kembali rencana jeda dalam tarif AS yang luas dan fokus bergeser ke perang dagang yang semakin dalam antara Washington dan Beijing.Presiden AS Donald Trump menghentikan tarif berat yang diumumkan terhadap puluhan mitra dagang AS, tetapi juga menaikkan tarif terhadap China. Tarif AS pada impor China sekarang total 145%, sementara China mengumumkan tarif tambahan pada barang-barang AS sebesar 84%.Ekspor minyak mentah AS ke China turun menjadi 112.000 barel per hari pada bulan Maret, hampir setengah dari tahun lalu. Stok minyak mentah AS naik 2,6 juta barel minggu lalu, hampir dua kali lipat dari yang diproyeksikan oleh para analis. Para ahli memperingatkan bahwa perselisihan dagang yang berkelanjutan dapat merusak ekonomi global secara signifikan.

Experts Analysis

Henry Hoffman
Jika perselisihan perdagangan ini berlangsung lebih lama, ekonomi global akan mengalami kerusakan signifikan.
Ritterbusch and Associates
Ekspektasi penurunan permintaan minyak karena tarif akan menjadi kekhawatiran utama trader yang membatasi kenaikan harga minyak.
Editorial Note
Perang dagang yang terus berlangsung menjadi faktor utama melemahnya harga minyak, mengingat ketidakpastian pasar yang tinggi dan potensi berkurangnya permintaan dari dua ekonomi terbesar dunia ini. Keputusan yang kurang konsisten dari AS dalam pemberlakuan tarif semakin memperparah volatilitas pasar minyak dan mempersulit proyeksi harga jangka menengah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.