Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Tunda Larangan TikTok Lagi: Ujian Keamanan dan Politik AS-China

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
05 Apr 2025
249 dibaca
1 menit
Trump Tunda Larangan TikTok Lagi: Ujian Keamanan dan Politik AS-China

AI summary

Donald Trump menunda larangan TikTok untuk memberikan waktu lebih bagi negosiasi.
ByteDance harus memenuhi syarat hukum agar TikTok dapat terus beroperasi di AS.
Tarif dapat menjadi alat tawar dalam negosiasi antara AS dan China terkait TikTok.
Presiden Trump mengumumkan bahwa ia akan menunda larangan terhadap TikTok yang seharusnya mulai berlaku besok, meskipun belum ada kesepakatan dengan pemiliknya, ByteDance dari China. TikTok digunakan oleh jutaan orang Amerika untuk hiburan dan pekerjaan. Meskipun ada undang-undang yang disetujui oleh Kongres yang mengharuskan ByteDance menjual TikTok atau menghentikan operasinya di AS, Trump berhasil menunda larangan tersebut.Trump memberikan perpanjangan waktu 75 hari hingga 5 April melalui perintah eksekutif, meskipun ia tidak memiliki wewenang hukum untuk melakukannya. Dalam sebuah posting di Truth Social, Trump menyatakan bahwa mereka berharap dapat terus bekerja sama dengan China untuk menyelesaikan kesepakatan. Ia juga menekankan pentingnya tarif sebagai alat ekonomi yang kuat untuk keamanan nasional.Meskipun Trump bisa memperpanjang larangan jika ada kesepakatan penjualan antara ByteDance dan pembeli di AS, saat ini kesepakatan tersebut belum ada. ByteDance juga perlu mendapatkan persetujuan dari pemerintah China untuk menjual TikTok. Dengan demikian, TikTok masih bisa beroperasi untuk sementara waktu.

Experts Analysis

Bruce Schneier (Pakarnalkan keamanan siber)
Penundaan larangan TikTok menandakan bahwa kebijakan keamanan siber perlu lebih berlandaskan hukum dan bukti konkret daripada tekanan politik agar dapat efektif dan tahan lama.
Margaret Taylor (Analis kebijakan teknologi)
Keterlibatan tarif perdagangan sebagai alat negosiasi menunjukkan betapa kompleksnya isu keamanan nasional dengan aspek ekonomi global, sehingga penyelesaian murni teknis mungkin tidak cukup.
Editorial Note
Penundaan ini menunjukkan ketidakpastian kebijakan yang berlarut-larut dan kepentingan politik yang bercampur dengan keamanan nasional sehingga solusi hukum yang pasti menjadi sulit dicapai. Tanpa kesepakatan yang jelas, situasi ini hanya akan memperpanjang ketidakpastian bagi pengguna dan pelaku bisnis yang bergantung pada TikTok di AS.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.