Mengatasi Tantangan Loyalitas Konsumen dengan Program Hadiah di Tengah Harga Naik
Bisnis
Marketing
31 Mar 2025
266 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Program loyalitas menjadi semakin penting bagi pengecer untuk mempertahankan pelanggan di tengah kenaikan harga.
Pengalaman pelanggan yang buruk dan kualitas yang tidak konsisten juga berkontribusi pada penurunan loyalitas merek.
Sebagian besar konsumen lebih suka program yang menawarkan poin sebagai insentif untuk berbelanja.
Menurut survei dari Salesforce, dua pertiga retailer menawarkan program loyalitas kepada pelanggan. Sekitar 29% retailer berencana untuk meluncurkan program loyalitas dalam dua tahun ke depan. Lebih dari tiga perempat pelanggan terdaftar dalam program loyalitas, dan rata-rata setiap pembeli terdaftar di empat program. Program yang paling populer adalah yang berbasis poin, diikuti oleh model cash-back dan program bertingkat.
Tingginya harga barang membuat banyak pelanggan beralih merek, dengan dua pertiga dari mereka melakukannya dalam setahun terakhir. Meskipun harga bisa diturunkan untuk menarik pelanggan, pada akhirnya retailer harus menaikkan harga. Oleh karena itu, banyak retailer mulai mengandalkan program loyalitas untuk menjaga pelanggan tetap setia. Selain harga, pengalaman pelanggan yang buruk dan kualitas yang tidak konsisten juga menjadi alasan utama pelanggan berpindah merek.
Program loyalitas bisa sangat efektif, karena 84% anggota program tersebut lebih cenderung untuk melakukan pembelian ulang. Poin adalah daya tarik utama dari program ini, diikuti oleh penawaran dari merek mitra, pengiriman gratis, dan layanan gratis atau diskon. Namun, tidak semua program loyalitas berhasil, karena lebih dari sepertiga pelanggan terdaftar dalam program yang tidak pernah mereka gunakan.
Analisis Ahli
Rob Holston
Setelah peran harga mulai terbatas karena inflasi, pengalaman pelanggan di lingkungan fisik dan digital harus menjadi fokus utama untuk mendorong loyalitas.