TLDR
Huawei mengalami penurunan keuntungan meskipun pendapatannya tumbuh signifikan. Perusahaan berinvestasi besar dalam penelitian dan pengembangan untuk menghadapi tantangan teknologi. Unit Honor yang sebelumnya memberikan keuntungan kini tidak lagi menjadi bagian dari Huawei setelah dijual. Huawei Technologies, perusahaan teknologi asal China, melaporkan bahwa laba mereka turun hampir 28% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh investasi besar dalam penelitian dan pengembangan, yang mencapai 179,7 miliar yuan, atau sekitar 20% dari pendapatan mereka. Selain itu, Huawei tidak lagi mendapatkan pendapatan dari penjualan unit Honor, yang dijual pada tahun 2020 setelah sanksi dari AS membatasi akses mereka ke chip dan layanan tertentu.Meskipun laba menurun, pendapatan Huawei meningkat 22,4% menjadi 862,1 miliar yuan, yang merupakan pertumbuhan tercepat dalam lima tahun. Sektor infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi menyumbang sebagian besar pendapatan, sementara segmen konsumen, termasuk smartphone, juga mengalami kenaikan 38%. Selain itu, unit solusi otomotif cerdas Huawei melihat pendapatan mereka meningkat lebih dari 4,5 kali lipat.Meng Wanzhou, CFO Huawei, menyatakan bahwa hasil ini sesuai dengan perkiraan dan menunjukkan bahwa tim Huawei bekerja keras menghadapi berbagai tantangan. Huawei berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan platformnya dan menyediakan alat bagi pengembang di berbagai bidang, termasuk sistem operasi dan produk cloud. Perusahaan ini juga berusaha untuk menjadi pusat inovasi teknologi di China di tengah persaingan dengan AS.