HiSilicon Melonjak dengan Smartphone Huawei, Tanggulangi Tekanan Sanksi AS
Teknologi
Gadgets dan Wearable
16 Mei 2025
249 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
HiSilicon mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan berkat produk smartphone Huawei.
Meskipun ada sanksi dari AS, Huawei dan HiSilicon terus berinovasi di pasar chipset.
Persaingan di pasar smartphone semakin ketat dengan munculnya perusahaan seperti Xiaomi yang juga mengembangkan chipset mereka sendiri.
HiSilicon, anak perusahaan Huawei yang fokus pada desain chip, menunjukkan pertumbuhan pendapatan luar biasa pada tahun 2024. Pendapatan mereka dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, terpicu oleh popularitas smartphone kelas atas Huawei seperti Pura 70 dan Mate 70. Hal ini menunjukkan bahwa Huawei berhasil bangkit kembali di pasar smartphone meskipun ada tantangan signifikan.
Salah satu faktor utama kesuksesan HiSilicon adalah dukungan kuat dari pelanggan setianya di China. Basis pelanggan ini membantu HiSilicon meningkatkan pangsa pasarnya di segmen sistem chip premium Android hingga mencapai 12 persen pada 2024, naik dari 8 persen pada 2023. Meskipun masih kalah dari Qualcomm dan Samsung, posisi HiSilicon cukup kuat untuk berada di peringkat ketiga global.
Qualcomm, perusahaan AS, masih mendominasi dengan 59 persen pangsa pasar global chip premium Android, diikuti oleh Samsung dari Korea Selatan dengan 13 persen. Namun, langkah HiSilicon menunjukkan bahwa perusahaan China mulai merebut pangsa pasar lebih banyak, walaupun ada hambatan seperti sanksi AS yang membatasi akses pasokan chip.
Sanksi yang diberlakukan oleh pemerintah AS sejak 2019 hingga 2020 membuat Huawei sulit mendapatkan komponen penting dari perusahaan Amerika. Meskipun demikian, Huawei dan HiSilicon tetap melaju dengan memanfaatkan desain chip sendiri dan pasar domestik yang besar. Hal ini juga memotivasi perusahaan lain seperti Xiaomi untuk mengembangkan chipset mereka sendiri, menandai tren baru pada industri teknologi China.
Xiaomi, sebagai pesaing Huawei, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan chipset smartphone terbaru bernama Xring O1. Ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi China semakin aktif dan mandiri dalam bidang desain chip, sehingga kedepannya mereka dapat memperkuat posisi mereka di pasar global meski dihadapkan dengan hambatan dari luar.
Analisis Ahli
Akash Jatwala
Pertumbuhan pesat HiSilicon di pasar SoC premium menunjukkan loyalitas pelanggan dan inovasi produk yang kuat meskipun sanksi AS yang ketat.


