Blackstone dan Investor AS Bersaing Ambil Alih TikTok Untuk Hindari Larangan
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Mar 2025
238 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Blackstone mempertimbangkan investasi dalam operasi TikTok di AS untuk memenuhi persyaratan hukum.
ByteDance harus melakukan divestasi TikTok sebelum batas waktu untuk menghindari larangan di AS.
Keterlibatan pemerintah AS dalam negosiasi menunjukkan pentingnya isu kepemilikan aplikasi media sosial.
Blackstone, sebuah perusahaan investasi swasta, sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi kecil di operasi TikTok di Amerika Serikat. Mereka ingin bergabung dengan pemegang saham non-Cina lainnya dari perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk memberikan modal baru dan mengajukan tawaran untuk bisnis TikTok di AS. Rencana mereka adalah memisahkan operasi TikTok di AS menjadi entitas terpisah dan mengurangi kepemilikan Cina di bisnis baru tersebut agar sesuai dengan hukum AS.
TikTok harus menjual bisnisnya sebelum 5 April atau menghadapi larangan di AS karena masalah keamanan nasional. Sebuah undang-undang yang disetujui secara bipartisan tahun lalu mengharuskan ByteDance untuk menjual TikTok. Meskipun TikTok sempat tidak aktif di AS pada bulan Januari, aplikasi ini kembali beroperasi setelah Presiden Donald Trump menunda penegakan undang-undang tersebut.
Pemerintah AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, terlibat dalam pembicaraan mengenai kepemilikan TikTok dan berharap kesepakatan dapat dicapai sebelum tenggat waktu. ByteDance dan para investor belum mengungkapkan berapa banyak investasi baru yang dibutuhkan untuk membeli saham pemilik Cina dan memenuhi persyaratan hukum AS.
Analisis Ahli
Kane Wu
Melaporkan secara detail tentang tren investasi dan dampak geopolitik terhadap kesepakatan bisnis teknologi di Asia serta pengaruh kebijakan AS dalam restrukturisasi perusahaan teknologi global.


