Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Blackstone dan Investor AS Bersaing Ambil Alih TikTok Untuk Hindari Larangan

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
29 Mar 2025
291 dibaca
1 menit
Blackstone dan Investor AS Bersaing Ambil Alih TikTok Untuk Hindari Larangan

AI summary

Blackstone mempertimbangkan investasi dalam operasi TikTok di AS untuk memenuhi persyaratan hukum.
ByteDance harus melakukan divestasi TikTok sebelum batas waktu untuk menghindari larangan di AS.
Keterlibatan pemerintah AS dalam negosiasi menunjukkan pentingnya isu kepemilikan aplikasi media sosial.
Blackstone, sebuah perusahaan investasi swasta, sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi kecil di operasi TikTok di Amerika Serikat. Mereka ingin bergabung dengan pemegang saham non-Cina lainnya dari perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk memberikan modal baru dan mengajukan tawaran untuk bisnis TikTok di AS. Rencana mereka adalah memisahkan operasi TikTok di AS menjadi entitas terpisah dan mengurangi kepemilikan Cina di bisnis baru tersebut agar sesuai dengan hukum AS.TikTok harus menjual bisnisnya sebelum 5 April atau menghadapi larangan di AS karena masalah keamanan nasional. Sebuah undang-undang yang disetujui secara bipartisan tahun lalu mengharuskan ByteDance untuk menjual TikTok. Meskipun TikTok sempat tidak aktif di AS pada bulan Januari, aplikasi ini kembali beroperasi setelah Presiden Donald Trump menunda penegakan undang-undang tersebut.Pemerintah AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, terlibat dalam pembicaraan mengenai kepemilikan TikTok dan berharap kesepakatan dapat dicapai sebelum tenggat waktu. ByteDance dan para investor belum mengungkapkan berapa banyak investasi baru yang dibutuhkan untuk membeli saham pemilik Cina dan memenuhi persyaratan hukum AS.

Experts Analysis

Kane Wu
Melaporkan secara detail tentang tren investasi dan dampak geopolitik terhadap kesepakatan bisnis teknologi di Asia serta pengaruh kebijakan AS dalam restrukturisasi perusahaan teknologi global.
Editorial Note
Langkah ini merupakan upaya strategis yang cukup rumit karena melibatkan sensitivitas terhadap keamanan nasional dan regulasi investasi asing. Meskipun pemisahan kepemilikan dapat menyelamatkan TikTok dari larangan, prosesnya berbenturan dengan kepentingan komersial dan politik yang memerlukan keseimbangan hati-hati.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.