AI summary
Harga emas terus meningkat dipicu oleh ketidakpastian ekonomi dan kebijakan pemerintah. Bank of America dan JPMorgan memiliki prediksi bullish yang tinggi untuk harga emas. Permintaan emas dari bank sentral dan ETF fisik berkontribusi pada lonjakan harga. Wall Street semakin optimis terhadap harga emas yang terus naik, dengan harga emas berjangka mencapai $3,114 pada hari Jumat setelah mencetak rekor ke-17 tahun ini. Kenaikan harga ini didorong oleh kekhawatiran perang dagang akibat pengumuman tarif mobil oleh Presiden Trump dan melemahnya dolar AS. Bank of America bahkan menaikkan target harga emas menjadi $3,500 per ons dalam 18 bulan ke depan, dengan harapan adanya peningkatan investasi dari China dan bank sentral.Para analis percaya bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan pemerintah AS dapat terus menekan nilai dolar, yang akan mendukung harga emas dalam waktu dekat. Mereka juga mencatat bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan Trump telah mendorong investor untuk lebih banyak berinvestasi di emas. Selain itu, Macquarie Group juga memprediksi harga emas akan mencapai $3,500 pada kuartal ketiga tahun ini.Kenaikan harga emas lebih dari 15% tahun ini membuat JPMorgan mempertanyakan kemungkinan harga mencapai $4,000. Mereka mencatat bahwa pergerakan harga dari $2,500 ke $3,000 terjadi lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan sebelumnya. Analis JPMorgan juga menyebutkan bahwa pembekuan aset asing Rusia akibat perang di Ukraina telah mengubah permintaan emas secara struktural, dan mereka tetap optimis terhadap prospek emas hingga tahun 2025.
Kenaikan harga emas yang pesat ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap ketidakpastian geopolitik dan kebijakan ekonomi tidak stabil, khususnya dari Amerika Serikat. Emas berperan sebagai aset safe haven yang semakin diminati oleh investor yang ingin melindungi nilainya di tengah volatilitas mata uang dan risiko global yang meningkat.