Kenapa Harga Emas Terus Naik? Bank dan Investor Tetap Optimis Hingga Rp 58.45 ribu ($3.500)
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
17 Mar 2025
138 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Emas dianggap sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pembelian oleh bank sentral dan investor individu dapat mendorong harga emas lebih tinggi.
ETF menjadi faktor penting dalam permintaan emas, menunjukkan perubahan sentimen investor.
Bank of America, Citigroup, dan Macquarie Group sangat optimis terhadap harga emas yang telah mencapai rekor lebih dari Rp 50.10 juta ($3,000) per ounce. Kenaikan harga ini dipicu oleh kekhawatiran tentang ekonomi global, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, dan minat dari investor di China. Banyak analis percaya bahwa harga emas masih bisa naik lebih tinggi, dengan beberapa memperkirakan bisa mencapai Rp 58.45 juta ($3,500) per ounce.
Meskipun emas biasanya menguntungkan saat ekonomi melemah, ada risiko bahwa harga bisa turun jika pasar saham mengalami penjualan besar-besaran. Namun, banyak bank sentral, termasuk di China, terus membeli emas, yang mendukung permintaan. Goldman Sachs bahkan memperkirakan bahwa pembelian emas oleh bank sentral akan tetap tinggi, yang dapat mendorong harga emas lebih jauh lagi.
Analisis Ahli
Marcus Garvey
Rally emas belum menunjukkan gejala overextended dan masih ada peluang kenaikan signifikan berkat kondisi ekonomi yang tidak stabil.Max Layton
Permintaan emas di kalangan rumah tangga AS mulai meningkat, yang bisa menjadi pendorong utama kenaikan harga emas berikutnya.Bart Melek
Emas bisa terkena dampak negatif secara sementara saat pasar saham mengalami selloff besar, meski dalam jangka panjang emas tetap menguntungkan.Michael Widmer
Kebijakan pemerintah China untuk mendorong investasi dalam logam mulia dapat menambah permintaan emas global hingga 6,5%.Goldman Sachs
Belum genap sampai 2024, pembelian emas oleh bank sentral dan ketidakpastian kebijakan AS mendukung kenaikan harga emas lebih lanjut.