Harga Emas Meroket Rekor Baru di Atas Rp 51.77 ribu ($3.100) Akibat Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
31 Mar 2025
43 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga emas mencapai rekor tertinggi di atas $3,100 per ounce.
Permintaan dari bank sentral dan investor meningkat karena ketidakpastian geopolitik.
Kebijakan suku bunga Federal Reserve yang lebih rendah berkontribusi pada lonjakan harga emas.
Harga emas melonjak ke level rekor di atas Rp 51.77 juta ($3,100) per ons, mencatat salah satu kenaikan paling signifikan dalam sejarah logam mulia ini. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kekhawatiran tentang dampak tarif yang akan diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, permintaan yang kuat dari bank sentral, dan ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa. Emas juga mengalami kenaikan terbesar dalam kuartal ini sejak September 1986, dengan 19 rekor tertinggi baru tercatat pada tahun 2025.
Kenaikan harga emas ini didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat, kekhawatiran inflasi, dan permintaan investor yang kuat. Para analis percaya bahwa tren ini akan berlanjut dalam waktu dekat, terutama karena kebijakan bank sentral yang cenderung menurunkan suku bunga. Selain itu, banyak investor yang beralih ke emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi.
Permintaan untuk emas juga terlihat dari meningkatnya aliran dana ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang mencatat aliran mingguan terbesar sejak Maret 2022. Investor dari Eropa semakin mencari emas sebagai aset aman karena ketidakpastian politik di wilayah mereka. Para analis memperkirakan bahwa harga emas bisa mencapai Rp 55.11 juta ($3,300) per ons pada akhir tahun 2025.
Analisis Ahli
Alexander Zumpfe
Rally emas didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat, inflasi, dan permintaan kuat dari investor, yang membuat tren ini berkelanjutan dalam jangka pendek.Nikos Tzabouras
Ketidakpastian geopolitik tinggi dan komentar politik Trump memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman.Capital Economics
Permintaan emas dari bank sentral lebih tercipta karena persepsi emas sebagai safe haven, bukan karena kehilangan kepercayaan terhadap dolar.