Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Buruh Dikepung Pemalakan Ormas, Industri Butuh Solusi Nyata dan Tindakan Serius

Bisnis
Ekonomi Makro
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
27 Mar 2025
241 dibaca
1 menit
Buruh Dikepung Pemalakan Ormas, Industri Butuh Solusi Nyata dan Tindakan Serius

Rangkuman 15 Detik

Praktik pemalakan oleh Ormas dapat mengganggu iklim usaha di Indonesia.
Pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mengatasi premanisme dan menciptakan lapangan kerja.
Pengusaha sering kali menganggap pemalakan sebagai tradisi, meskipun secara hukum dapat dikategorikan sebagai pemalakan.
Aksi pemalakan oleh organisasi masyarakat (Ormas) terhadap pengusaha di Indonesia semakin menjadi perhatian, terutama menjelang Lebaran ketika banyak yang meminta Tunjangan Hari Raya (THR). Abdul Sobur, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), mengatakan bahwa meskipun praktik ini terlihat kecil, dampaknya bisa besar bagi iklim usaha. Di industri mebel, pemalakan tidak sekuat di industri besar, tetapi tetap ada yang meminta THR, dengan jumlah yang bervariasi, kadang mencapai jutaan rupiah. Sobur menekankan bahwa meskipun banyak pengusaha yang menganggapnya sebagai tradisi, praktik ini mengganggu perusahaan yang ingin efisien. Ia mendukung tindakan pemerintah untuk menertibkan pemalakan, tetapi juga menyarankan agar pemerintah menciptakan lebih banyak lapangan kerja agar praktik ini bisa berkurang. Menurutnya, solusi tidak hanya dengan hukum, tetapi juga dengan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri dan menciptakan peluang kerja.

Analisis Ahli

Abdul Sobur
Praktik premanisme ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang perlu ditangani dengan membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri.