Ormas Paksa Pengusaha Berikan THR, Industri Sawit Terancam Rusak
Bisnis
Ekonomi Makro
23 Mar 2025
131 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tindakan ormas yang memaksa permintaan THR dapat meresahkan industri.
Diperlukan tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk melindungi pelaku usaha.
Praktik premanisme dapat berdampak negatif pada iklim investasi di Indonesia.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak pengusaha di Indonesia menghadapi masalah dengan kelompok organisasi masyarakat (Ormas) yang meminta tunjangan hari raya (THR) secara paksa. Jika tidak diberikan, beberapa ormas bahkan menyegel pabrik, seperti pabrik kelapa sawit, dan ada yang menjarah hasil sawit di perkebunan. Hal ini membuat para pelaku industri merasa resah dan tidak nyaman dalam berbisnis.
Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, Sahat Sinaga, meminta pemerintah daerah untuk melindungi para pelaku industri dan menghentikan tindakan pemaksaan dari ormas. Sementara itu, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia, Bob Azam, mengatakan bahwa permintaan sumbangan boleh saja, tetapi tidak boleh dipaksa. Jika situasi ini terus berlanjut, banyak investor mungkin akan berpikir untuk meninggalkan investasi di Indonesia.
Analisis Ahli
Sahat Sinaga
Aksi premanisme dari Ormas sangat meresahkan dan mengganggu kelangsungan industri, sehingga diperlukan sikap tegas dari pemerintah.Bob Azam
Permintaan THR boleh saja tapi harus berdasarkan kerelaan dan tidak boleh memaksa karena hal ini bisa merusak iklim usaha dan kenyamanan pelaku bisnis.

