Jam Atom Canggih di Luar Angkasa Uji Teori Einstein dan Tingkatkan GPS
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
22 Apr 2025
125 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Jam atom ACES akan meningkatkan akurasi sistem navigasi global.
Teori relativitas Einstein masih relevan dalam penelitian modern.
Peluncuran jam atom ini merupakan langkah maju dalam pemahaman kita tentang ruang-waktu dan gravitasi.
Dua jam atom tercanggih yang pernah dibuat telah diluncurkan dengan roket SpaceX dan sedang dalam perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Jam ini akan menggunakan laser untuk menyinkronkan jam global menggunakan jaringan satelit navigasi global. Peluncuran ini dilakukan dari Kennedy Space Center di Florida pada tanggal 21 April sebagai bagian dari misi ke-32 NASA SpaceX Commercial Resupply Services.
Jam ACES akan dipasang di luar modul Columbus milik ESA dan akan mulai melakukan setidaknya 10 sesi pengukuran, masing-masing berlangsung selama 25 hari. Jam ini akan mengukur 'gravitational redshift', sebuah efek dari teori relativitas umum Einstein yang mempengaruhi akurasi penentuan posisi GPS. Teori ini pertama kali diterbitkan oleh Einstein pada tahun 1915 dan dibuktikan pada tahun 1919 melalui foto-foto selama gerhana matahari total.
Teori relativitas umum Einstein menjelaskan bagaimana massa mempengaruhi ruang-waktu, yang digambarkan dengan analogi bola bowling di atas trampolin. Massa melengkungkan ruang-waktu, dan ruang-waktu yang melengkung mengontrol bagaimana massa bergerak. Efek ini juga menyebabkan cahaya dari bintang-bintang di sekitar matahari tampak berada di tempat yang berbeda karena perjalanan cahaya melalui ruang-waktu yang melengkung.
Analisis Ahli
Kip Thorne
Eksperimen seperti ACES merupakan pengujian penting teori relativitas yang akan memperluas pemahaman kita tentang fisika fundamental dan ruang-waktu.Peter Gill
Jam atom berpresisi di luar angkasa adalah kunci untuk kemajuan teknologi navigasi dan eksperimen ilmiah presisi tinggi dalam fisika gravitasi.


