Robot Mini Berteknologi Canggih Ubah Tekanan Laut Jadi Tenaga di Palung Mariana
Teknologi
Robotika
26 Mar 2025
234 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Robot miniatur ini merupakan terobosan dalam teknologi eksplorasi laut dalam.
China menunjukkan kemajuan signifikan dalam penelitian dan pengembangan teknologi laut dalam.
Teknologi shape memory alloys memungkinkan robot beroperasi di kedalaman ekstrem dengan efisiensi tinggi.
Di Samudra Pasifik barat, dekat pulau Guam, terdapat titik terdalam di Bumi, yaitu Palung Mariana. China baru saja meluncurkan robot mini berukuran sebesar koper yang dirancang untuk menjelajahi kedalaman ini, di mana tekanan air sangat tinggi. Robot ini dikembangkan oleh peneliti di Universitas Beihang di Beijing dan dapat bergerak dengan cara yang unik, menggunakan teknologi yang mengubah tekanan air menjadi tenaga dorong. Profesor Wen Li, peneliti utama proyek ini, menjelaskan bahwa pada kedalaman 10 km, tekanan yang dihadapi robot setara dengan berat sebuah gunung es.
Robot ini menggunakan bahan khusus yang disebut shape memory alloys untuk bergerak di bawah tekanan ekstrem dan juga dapat melakukan berbagai tugas di bawah air. Penemuan ini menunjukkan kemajuan teknologi China dalam eksplorasi laut dalam, sementara Amerika Serikat masih mengandalkan kapal selam tua yang tidak dapat menjangkau kedalaman yang sama. Pada tahun 2024, China berhasil melakukan 246 penyelaman laut dalam, lebih banyak daripada semua negara lain digabungkan.
Analisis Ahli
Professor Robert Ballard
Penggunaan shape memory alloys adalah langkah maju yang sangat inovatif karena mengatasi dilema tekanan dan fleksibilitas dalam perangkat bawah laut, membuka peluang eksplorasi lebih aman dan efisien.Dr. Sylvia Earle
Kemampuan robot ini untuk merangkak dan berenang di kedalaman ekstrem membuka jalan bagi penelitian ekosistem laut terdalam yang sebelumnya sulit dilakukan dengan alat tradisional.
