Robot Mini Berteknologi Canggih Jelajahi Palung Mariana Terdalam
Teknologi
Robotika
26 Mar 2025
93 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Robot miniatur ini merupakan terobosan dalam teknologi eksplorasi laut dalam.
China menunjukkan kemajuan signifikan dalam eksplorasi laut dalam dibandingkan dengan AS.
Penggunaan shape memory alloys memungkinkan robot beroperasi di bawah tekanan ekstrem.
Di Samudera Pasifik barat, tepatnya di sebelah timur pulau Guam, terdapat titik terdalam di Bumi, yaitu Palung Mariana. China baru saja meluncurkan robot mini berukuran sebesar koper yang dirancang untuk menjelajahi kedalaman ini, di mana tekanan air sangat tinggi. Robot ini dikembangkan oleh peneliti di Universitas Beihang di Beijing dan dapat bergerak dengan cara yang unik, yaitu mengubah tekanan air menjadi tenaga dorong. Dengan kemampuan ini, robot dapat berenang, meluncur, dan merayap di kedalaman 10,7 km.
Robot ini menggunakan teknologi yang disebut shape memory alloys (SMA) untuk bergerak di bawah tekanan ekstrem. Penemuan ini menunjukkan kemajuan teknologi China dalam eksplorasi laut dalam, sementara Amerika Serikat masih mengandalkan kapal selam tua yang tidak dapat menjangkau kedalaman yang sama. Dengan lebih dari 246 penyelaman dalam setahun, China menunjukkan keunggulan dalam penelitian laut dalam dibandingkan negara lain.
Analisis Ahli
Prof. Richard Camilli (Ahli Eksplorasi Laut Dalam, WHOI)
Penggunaan shape memory alloys dalam robot bawah laut adalah inovasi yang potensial membuka babak baru eksplorasi laut dalam, memberi fleksibilitas dan daya tahan yang sebelumnya sulit dicapai.Dr. Sylvia Earle (Oseanografer dan Penjelajah Laut Dalam)
Teknologi kecil dan efisien seperti ini akan membantu memperluas kemampuan kita dalam memahami dan mengawasi ekosistem laut terdalam yang sangat rentan dan belum terjamah.
