Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemerintah Percepat Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Hingga 2060

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (12mo ago) investment-and-capital-markets (12mo ago)
25 Mar 2025
18 dibaca
1 menit
Pemerintah Percepat Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Hingga 2060

Rangkuman 15 Detik

Pembangunan PLTN di Indonesia ditargetkan untuk meningkatkan diversifikasi sumber energi listrik.
Investasi yang dibutuhkan untuk sistem ketenagalistrikan nasional sangat besar, mencapai lebih dari satu triliun dolar AS.
Keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam pembangunan dan pengoperasian PLTN.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah mengeluarkan aturan baru mengenai sistem ketenagalistrikan nasional hingga tahun 2060. Dalam aturan ini, diperkirakan investasi yang dibutuhkan untuk pembangkit dan transmisi listrik mencapai sekitar US$ 1,092 triliun atau sekitar US$ 30,33 miliar per tahun. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dimulai pada tahun 2032. PLTN ini diharapkan dapat diversifikasi sumber energi dan meningkatkan keandalan pasokan listrik. Pembangunan PLTN harus memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan pengelolaan limbah radioaktif. Lokasi pembangunan juga harus aman dari bencana geologi, jauh dari pemukiman padat, dan tidak berada di daerah lumbung pangan. Selain itu, jaminan pasokan bahan bakar nuklir juga harus ada, dan semua proses ini harus disetujui oleh badan pengawas tenaga nuklir untuk memastikan keselamatan dan keamanan.

Analisis Ahli

Dr. Ir. Rachmat Hidayat (Ahli Energi Nuklir ITB)
Pembangunan PLTN kecil modular reactor adalah alternatif tepat untuk Indonesia karena skalanya yang lebih sesuai dan risiko lebih terkontrol, tetapi keberhasilan proyek tersebut sangat bergantung pada kesiapan regulasi dan sumber daya manusia yang mumpuni.