Indonesia Targetkan PLTN Pertama Beroperasi 2032 untuk Diversifikasi Energi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Mar 2025
86 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Investasi besar diperlukan untuk pengembangan ketenagalistrikan nasional hingga tahun 2060.
Pembangunan PLTN di Indonesia akan mempercepat diversifikasi sumber energi.
Keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam pembangunan dan pengoperasian PLTN.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia baru saja mengeluarkan aturan mengenai sistem ketenagalistrikan nasional hingga tahun 2060. Dalam aturan ini, diperkirakan investasi yang dibutuhkan untuk pembangkit dan transmisi listrik mencapai sekitar US$ 1,092 triliun atau sekitar US$ 30,33 miliar per tahun. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2032.
Pembangunan PLTN harus memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan perlindungan dari risiko. Lokasi pembangunan harus aman dari bencana geologi, jauh dari pemukiman padat, dan tidak berada di daerah lumbung pangan. Selain itu, harus ada jaminan pasokan bahan bakar nuklir dan pengelolaan limbah radioaktif, serta semua rencana ini harus disetujui oleh badan pengawas tenaga nuklir.
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi, Ahli Energi Nuklir
Pengembangan PLTN merupakan langkah strategis yang tepat untuk memenuhi kebutuhan listrik jangka panjang dengan emisi rendah, tetapi perlu perencanaan matang dalam hal lokasi dan pengelolaan limbah radioaktif agar tetap aman dan berkelanjutan.

