Menjaga Masa Depan Energi Indonesia: Rencana Ketenagalistrikan Nasional 2060
Sains
Iklim dan Lingkungan
25 Mar 2025
67 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional bertujuan untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
PT PLN (Persero) akan menjadi prioritas dalam pembangunan pembangkit listrik di Indonesia.
Proyeksi permintaan tenaga listrik akan meningkat secara signifikan hingga tahun 2060.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menetapkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang berlaku hingga tahun 2060. Rencana ini bertujuan untuk mencapai Net Zero Emission, yaitu mengurangi emisi karbon menjadi nol. Dalam rencana ini, diproyeksikan kebutuhan listrik Indonesia akan meningkat dari 539 TWh pada tahun 2025 menjadi 1.813 TWh pada tahun 2060. Permintaan listrik tersebut akan berasal dari berbagai sektor, seperti rumah tangga, industri, dan kendaraan listrik.
RUKN juga mencakup pengembangan energi baru dan terbarukan, dengan target 73,6% dari total bauran energi pada tahun 2060. Selain itu, ada rencana untuk membangun infrastruktur kelistrikan yang lebih baik, termasuk interkoneksi antar pulau dan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Investasi yang dibutuhkan untuk mencapai semua ini diperkirakan mencapai lebih dari satu triliun dolar AS hingga tahun 2060.
Analisis Ahli
Energi dan Lingkungan Prof. Dr. Budi Santoso
Rencana ini sudah tepat dan ambisius, namun perlu pengawasan ketat agar investasi tidak terkonsentrasi pada proyek yang kurang efisien dan teknologi CCS benar-benar efektif.Ahli Kebijakan Energi Dr. Ratna Dewi
Pendekatan integratif pada bauran energi dan pengembangan supergrid bisa memperkuat stabilitas sistem dan pemerataan akses energi, asalkan didukung regulasi yang kuat dan kolaborasi multisektor.


